Jerinx Kembali Kritik Rapid Test: Bapak Saya Pagi Reaktif, Sore Nonreaktif

Angga Riza - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 14:35 WIB
Jerinx SID kembali menjalani sidang kasus IDI Kacung WHO (Angga Riza/detikcom)
Jerinx 'SID' kembali menjalani sidang kasus IDI Kacung WHO. (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

I Gede Ari Astina alias Jerinx 'SID' bicara soal alasannya menolak rapid test terkait virus Corona (COVID-19) dalam sidang lanjutan kasus IDI Kacung WHO. Usai sidang, dia menceritakan pengalaman ayahnya menjalani rapid test.

Jerinx menceritakan ayahnya mendapatkan dua hasil yang berbeda usai menjalani dua kali rapid test. Padahal, lanjutnya, rapid test dilakukan di hari yang sama.

"Ayah saya usianya hampir 75 (tahun), beberapa hari yang lalu dites reaktif rapid paginya, lalu sorenya dites lagi hasilnya nonreaktif. Jadi begitulah rapid di Indonesia," kata Jerinx usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (27/10/2020).

Dalam persidangan, Jerinx sempat mengungkapkan alasan menolak prosedur rapid test terhadap ibu hamil. Dia mengklaim ada banyak ibu hamil dan bayi yang dikandungnya jadi korban karena proses persalinan mesti didahului dengan rapid test.

"(Dampak) wabah ini karena bikin bayi kan susah dan banyak orang yang sudah bertahun-tahun menikah dan belum punya anak. Betul (menolak prosedur rapid test)," kata Jerinx.

Jerinx mengatakan dirinya juga sempat menyinggung soal ajakan debat dengan IDI soal rapid test hingga akhirnya dia dilaporkan ke polisi. Dia menilai pelaporan IDI atas dirinya aneh.

"Pada intinya sih saya agak lucu saja, jadi ketika IDI bilang mereka tidak mau merespons ajakan berdebat atau berdiskusi karena mereka sibuk mengurus COVID tapi mereka bisa melaporkan saya ke polisi yang mana itu lebih ribet prosesnya ketimbang berdiskusi dengan rakyat seperti saya," ujar Jerinx.

"Jadi di mana keilmuan IDI, di mana ketika rakyat lenyap, ketika rakyat mengkritisi langsung dilaporkan? Itu aneh," tambahnya.

Dalam persidangan sebelumnya, Jerinx 'SID' juga menyuarakan agar syarat rapid test bagi ibu hamil ditiadakan. Hal itu dia ungkapkan setelah mengikuti sidang 'IDI Kacung WHO' di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

"Sidang yang Selasa kemarin kan kami menghadirkan saksi korban dari Mataram ya. Ya kasus itu bukan cuma satu, dua kali. Banyak banget di Indonesia dan sampai sekarang pun ibu hamil masih di-rapid," kata Jerinx kepada wartawan, Kamis (22/10).

Tonton juga video 'Jerinx Ungkap IDI Tak Ada Keinginan Memenjarakannya':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)