8 Ribu Lebih Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi PSBB Ketat-Transisi DKI

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 11:26 WIB
Sejumlah warga terjaring razia dalam operasi yustisi pencegahan COVID-19 di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Mereka yang terjaring langsung disidang di tempat.
Ilustrasi operasi yustisi di DKI Jakarta. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Lebih dari 8 ribu orang tercatat melanggar PSBB yang digelar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta. Pelanggaran itu tercatat dari masa PSBB ketat dan PSBB transisi di Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan data tersebut bersumber dari Polda Metro Jaya. Jumlah pelanggar itu diperoleh dari operasi yustisi pada 14 September-25 Oktober 2020.

"Pelanggar PSBB Operasi Yustisi, total 8.046 orang pelanggaran (periode 14 September-25 Oktober 2020), sumber Polda Metro Jaya," ujar Syafrin melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Syafrin mengatakan, pada PSBB ketat periode 14 September-11 Oktober 2020, tercatat ada 6.752 orang melanggar. Sebanyak 319 di antaranya membayar denda administrasi.

"PSBB II (14 September-11 Oktober 2020) jumlah 6.752 pelanggaran, teguran 6.328, sanksi kerja sosial 2.411, denda administrasi 319 (nilai: Rp 48.415.000)," katanya.

Kemudian, pada masa PSBB transisi sejak 12 Oktober sampai 25 Oktober 2020, ada 1.294 orang melanggar. Denda yang diperoleh dari periode tersebut sebanyak Rp 2,4 juta.

"PSBB masa transisi II (12-25 Oktober 2020) jumlah 1.294 pelanggaran, teguran 1.254, sanksi kerja sosial 122, denda administrasi 20 (nilai: Rp 2.425.000)," ucap Syafrin.

Saat ini, DKI Jakarta telah kembali memberlakukan masa PSBB transisi. Kebijakan tersebut telah berlaku sejak 12 Oktober 2020 sampai sekarang.

(man/dkp)