PSBB Transisi DKI, Warga Ramai Olahraga di Bundaran HI

Wilda Hayatun N - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 08:02 WIB
Warga berolahraga di Bundaran HI di masa PSBB transisi terakhir
Warga berolahraga di Bundaran HI di masa PSBB transisi terakhir (Foto: Wilda-detikcom)
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi DKI Jakarta berakhir hari ini. Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, masih ramai dipadati warga untuk berolahraga.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (25/10/2020), pukul 07.15 WIB, kawasan ini masih ramai pesepeda dan pelari. Pesepeda tampak lebih mendominasi melintas dari segala arah. Pesepeda terdiri dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, orang tua, hingga kaum muda-mudi. Mereka terlihat mengayuh mengelilingi Bundaran HI.

Selain pesepeda, ada juga pelari dan pejalan kaki. Pesepeda dan pelari nampak sudah mengenakan masker namun sesekali ada juga yang menurunkan maskernya di dagu.

Pelari dan pejalan kaki terlihat menggunakan trotoar. Namun tak jarang dari mereka sesekali masuk ke lajur sepeda untuk berganti arah.

Untuk pesepeda, mereka terlihat mengambil lajur kiri yang telah ditandai dengan barrier plastic oranye. Pengendara sepeda motor dan mobil sesekali membunyikan klakson agar pesepeda tak keluar dari lajur pembatas.

Terkadang para pelari terlihat berhenti sejenak untuk mengabadikan momen lewat gawai miliknya di ikon favorit Ibu Kota ini. Satpol PP yang bersiaga turut memberikan teguran lisan agar mereka melanjutkan perjalanan dan tidak berkerumun.

Aparat kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) juga berjaga di sisi jalan sambil memegang poster bertuliskan anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan. Poster itu bertuliskan antara lain mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, hingga memakai masker.

Warga berolahraga di Bundaran HI di masa PSBB transisi terakhirWarga berolahraga di Bundaran HI di masa PSBB transisi terakhir Foto: Wilda-detikcom

Posko Satpol PP di lokasi, terlihat masih kosong dari para pelanggar PSBB. Belum ada warga yang dikenai sanksi karena tidak memakai masker.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengurangi kebijakan rem darurat di Ibu Kota. Sejak 12 Oktober 2020 lalu, PSBB transisi sudah dimulai.

Keputusan ini diumumkan lewat keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, Minggu (11/10). Pemprov DKI menyatakan adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

"Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020," demikian bunyi keterangan tertulis dari Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan ini didasari beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

(man/man)