Pelecehan Bertubi ke Sara, Bagaimana Efeknya untuk Perolehan Suara?

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 08:28 WIB
Rahayu Saraswati atau Sara Djojohadikusumo menjalani sesi foto di kantor detikcom
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Rachman Haryanto/detiikcom)
Jakarta - Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo lagi-lagi diserang melalui media sosial. Setelah cuitan 'paha mulus', kini Sara diserang lewat foto maternity atau kehamilan yang memperlihatkan perutnya yang membesar. Lantas, apakah serangan itu menguntungkan buat Sara di Pilkada Tangsel?

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan, bila Sara mengomunikasikan serangan tersebut ke masyarakat dengan baik, hal itu akan menguntungkan. Hendri mengatakan Sara bisa mendapat simpati masyarakat.

"Dia kan sering sekali terzalimi kan, maka kalau kemudian penzaliman itu dikomunikasikan balik, artinya si Sara ini pernah dituduh dan dikampanyekan bodinya atau body shaming itu akan tumbuh tuh rasa simpati para pemilih di Tangsel kepada dirinya. Sehingga itu bisa jadi bahan kampanye yang menarik, justru akhirnya dia banjir simpati yang akhirnya menuai suara," kata Hensat ketika dihubungi, Senin (26/10/2020).

Dia mengatakan serangan ke Sara bisa menguntungkan. Apalagi pemilih Indonesia masih menggunakan rasa simpati untuk memilih.

"Bila dikelola dengan jitu, ini bisa menjadi kampanye negatif yang menguntungkan. Sebab, di Indonesia, pemilih banyak yang masih menggunakan rasa simpati dalam memilih," ujarnya.

Namun pandangan berbeda dilontarkan pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin. Dia mengatakan justru serangan yang menimpa Sara itu akan membawa efek negatif yang malah menggoyahkan suaranya di Tangsel.

"Serangan tersebut untuk menjatuhkan moral dan elektoral Saras dan pasangannya. Serangan tersebut sepertinya menjadi kampanye negatif yang setidaknya efektif menggoyang elektabilitasnya," ucapnya.

Ujang mengatakan serangan berbentuk seksualitas itu merugikan. Berbeda jika serangannya di luar seksualitas.

"Serangan tersebut tentu sangat merugikan dan mengarah ke hal negatif bagi pasangan Sara. Jika serangannya soal seksualitas itu merugikan. Tapi jika serangannya hal lain akan menaikkan, karena tadi seolah jadi korban," ucapnya.

Untuk diketahui, Sara maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangsel berpasangan dengan eks Sekda Tangsel, Muhammad. Pasangan nomor urut 1 itu bersaing dengan paslon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhamaben serta paslon nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ihsan.

Rahayu Saraswati kembali menerima komentar yang menyinggung fisiknya. Setelah cuitan 'paha mulus', kini Sara diserang lewat foto maternity atau kehamilan yang memperlihatkan perutnya yang membesar.

Dilihat di akun Twitter-nya, Sara mengomentari unggahan yang menyertakan foto dirinya saat tengah hamil. Dalam unggahan itu, ada narasi 'coblos udelnya'. Foto itu memang menunjukkan Sara tengah memegang perutnya yang membesar dan memperlihatkan bagian pusarnya.

Menurut Sara, kata-kata yang digunakan si pengunggah yang mengomentari foto kehamilannya tidak bisa ditoleransi. Sara pun menyebut si pengunggah sengaja mencari-cari fotonya untuk dijadikan bahan serangan.

"Terlepas keyakinan setiap pribadi masing-masing dan cara pandang kita tentang cara berbusana yang layak, kata-kata yang digunakan jelas bentuk pelecehan dan ini tidak bisa ditolerir," tegas Sara, Minggu (25/10).

"Foto tersebut adalah foto dari 5 tahun lalu, artinya pun yang mengunggah dengan sengaja mencari foto sampai ke 5 tahun lalu yang bisa digunakan untuk menyerang secara sadar," imbuhnya. (eva/idn)