Bicara Pelecehan, Rahayu Saraswati Bandingkan Kasus 'Paha Mulus' dan Foto Hamil

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 14:15 WIB
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo bicara soal pelecehan seksual yang kembali diterimanya. Sara membandingkan kasus cuitan 'paha mulus' dengan serangan lewat foto kehamilan yang dikaitkan dengan Pilkada Tangsel 2020.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Sara diserang cuitan 'paha calon Wakil Wali Kota Tangsel mulus banget', meski sang pengunggah cuitan, politikus Partai Demokrat, Panca Laksana, tak menyebut nama Sara dan menampik cuitan itu ditujukan kepadanya.

"Kembali lagi saya berhadapan dengan realita yang ada di Indonesia, bahwa masih banyak orang yang belum mengerti apa arti pelecehan seksual. Sebelumnya, karena tidak ada foto dan tidak menyebutkan nama, maka dengan mudah yang bersangkutan menyatakan tidak ditujukan kepada satu orang secara spesifik," kata Sara dalam keterangan di akun Facebook resminya, seperti dilihat detikcom, Senin (26/10/2020).

Sara lalu membandingkan dengan serangan yang diterimanya kali ini lewat foto kehamilan. Ia menyebut apa yang dilakukan si pengunggah foto dengan narasi pelecehan itu adalah tindakan mendiskreditkan perempuan.

"Kali ini, kawan saya men-tag saya di Twitter dan menunjukkan adanya lagi upaya tindakan seorang lagi mendiskreditkan saya dengan cara mengobjektifikasi saya sebagai seorang perempuan dengan mengunduh foto saya yang dia screencapture-kan dari akun Instagram saya," ujar Sara.

Menurut Sara, foto dirinya tengah hamil bukan sembarang foto lantaran dirinya tengah merasakan karunia Tuhan. Sara pun mempertanyakan mengapa foto kehamilannya dijadikan alat serangan terhadap dirinya.

"Nah, foto hanya sekadar foto. Tapi, yang bersangkutan, sang pengunggah, menulis 'yang mau coblos udelnya silakan'. Foto 'maternity' yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan dan kebanggaan, sebagai ungkapan syukur kami sebagai calon orang tua saat itu atas berkat yang Tuhan berikan kepada kami, dijadikan alat serangan yang mempertanyakan kelayakan saya sebagai seorang pemimpin," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2