Pelecehan Bertubi ke Sara, Bagaimana Efeknya untuk Perolehan Suara?

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 08:28 WIB
Rahayu Saraswati atau Sara Djojohadikusumo menjalani sesi foto di kantor detikcom
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Rachman Haryanto/detiikcom)

Ujang mengatakan serangan berbentuk seksualitas itu merugikan. Berbeda jika serangannya di luar seksualitas.

"Serangan tersebut tentu sangat merugikan dan mengarah ke hal negatif bagi pasangan Sara. Jika serangannya soal seksualitas itu merugikan. Tapi jika serangannya hal lain akan menaikkan, karena tadi seolah jadi korban," ucapnya.

Untuk diketahui, Sara maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangsel berpasangan dengan eks Sekda Tangsel, Muhammad. Pasangan nomor urut 1 itu bersaing dengan paslon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhamaben serta paslon nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ihsan.

Rahayu Saraswati kembali menerima komentar yang menyinggung fisiknya. Setelah cuitan 'paha mulus', kini Sara diserang lewat foto maternity atau kehamilan yang memperlihatkan perutnya yang membesar.

Dilihat di akun Twitter-nya, Sara mengomentari unggahan yang menyertakan foto dirinya saat tengah hamil. Dalam unggahan itu, ada narasi 'coblos udelnya'. Foto itu memang menunjukkan Sara tengah memegang perutnya yang membesar dan memperlihatkan bagian pusarnya.

Menurut Sara, kata-kata yang digunakan si pengunggah yang mengomentari foto kehamilannya tidak bisa ditoleransi. Sara pun menyebut si pengunggah sengaja mencari-cari fotonya untuk dijadikan bahan serangan.

"Terlepas keyakinan setiap pribadi masing-masing dan cara pandang kita tentang cara berbusana yang layak, kata-kata yang digunakan jelas bentuk pelecehan dan ini tidak bisa ditolerir," tegas Sara, Minggu (25/10).

"Foto tersebut adalah foto dari 5 tahun lalu, artinya pun yang mengunggah dengan sengaja mencari foto sampai ke 5 tahun lalu yang bisa digunakan untuk menyerang secara sadar," imbuhnya.

Halaman

(eva/idn)