Round-Up

Momok Banjir Hantui Ibu Kota, Anies Kena Sindir Jangan Wacana

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 05:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: dok Facebook Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta -

Jakarta masih dihantui banjir dari tahun ke tahun. Kebijakan dari Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta pun mendapatkan sorotan tajam.

Seperti diketahui hujan yang terjadi pada beberapa waktu terakhir selalu menyisakan banjir di sejumlah titik Ibu Kota. Anggota DPRD DKI pun menaruh tanda tanya besar terhadap program pengendalian banjir yang digembar-gemborkan Anies.

"Ya karena selama 3 tahun tidak ada eksekusi program pengentasan banjir, yang dilakukan saat ini hanya pekerjaan rutinitas saja," ujar Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono pada Minggu (25/10/2020).

Menurut Gembong, Anies seharusnya segera melakukan program pengendalian banjir di lapangan. Gembong menyebut selama ini Anies hanya berwacana.

"Jangan hanya wacana, naturalisasi dan drainase vertikal, yang digadang-gadang mampu mengentaskan banjir," kata Gembong.

"Janji kampanye jangan menyandera warga Jakarta yang setiap musim hujan kebanjiran. Penataan kawasan menjadi prioritas, ketika Anies mau mengentaskan persoalan banjir secara baik," imbuhnya.

Anggaran PEN untuk Pengendalian Banjir

Kucuran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut dialokasikan untuk pengendalian banjir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan ada sejumlah program yang mendapatkan prioritas.

"Alokasinya banyak itu, alokasinya tersebar utamanya ke pengendalian banjir, lebih dari Rp 5 triliun, kemudian buat perumahan DP 0%, kan itu program," kara Riza pada Sabtu (25/10/2020).

Petugas Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sampah Situ Rawa Badung di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/2/2020). Keberadaan situ yang bebas dari sampah di sekitar areal perumahan berguna untuk daerah resapan air dari banjir. Dari sekitar 109 waduk dan embung di DKI, normalisasi baru selesai di 16 waduk.Petugas Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membersihkan sampah Situ Rawa Badung di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/2/2020). Keberadaan situ yang bebas dari sampah di sekitar areal perumahan berguna untuk daerah resapan air dari banjir. Dari sekitar 109 waduk dan embung di DKI, normalisasi baru selesai di 16 waduk (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

"Banjir ini situasi sekarang kita yang utama itu akan memperbesar volume tampungan air, caranya pertama melakukan pengerukan 13 sungai waduk, embung, kemudian got-got, gorong-gorong, semua kita perluas volumenya," imbuhnya.

Selain itu Riza mengatakan Pemprov DKI akan membuat sodetan untuk mengalirkan air, ditambah dengan melakukan penyedotan air untuk memindahkan ke tempa lain untuk kemudian diteruskan ke laut. Pemprov DKI Jakarta, kata Riza, juga akan membuat sumur resapan serta drainase vertikal. Tidak lupa juga dengan mengadakan alat pompa yang telah rusak. Riza mengatakan rencana ini akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kemudian memperluas tampungan dengan cara juga membuat sumur resapan dan drainase vertikal. Itu juga yang dilakukan, kemudian juga untuk mencapai itu semua, dibutuhkan pompa,ada pengadaan pompa ada yang diperbaiki pompa-pompa. Iya tahun ini dong (dilakukan)," ujarnya.

Tonton video 'Gelontorkan Rp 5 T, Ini Jurus Pemprov DKI Antisipasi Banjir dan La Nina':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2