Termasuk Tembaki TGPF, Ada 25 Catatan Kejahatan KKB Kemabu di 2020

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 03:37 WIB
TGPF Intan Jaya melanjutkan investigasi dengan menggunakan rompi anti peluru
TGPF Intan Jaya (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Satgas Nemangkawi menembak mati seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin Sabinus Waker. Selain itu, tim gabungan TNI-Polri ini juga menangkap satu anggota KKB lainnya.

Penindakan ini bermula dari terjadinya kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dengan KKB Sabinus Waker pada Senin (26/10) sekitar pukul 05.00 WIT. Baku tembak yang terjadi di Kampung Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, itu berlangsung selama 5 jam.

Anggota KKB Sabinus Waker yang ditembak mati petugas bernama Rubinus Tigau. Sementara yang diamankan bernama Hermanus Tipagau.

Polisi menyebut KKB Sabinus Waker terlibat dalam insiden penghadangan dan penembakan terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) usai olah TKP penembakan Pendeta Yeremia di Intan Jaya.

"Dua orang anggota KKB tersebut, terlibat dalam penembakan tim TGPF yang dipimpin oleh Benny Mamoto pada tanggal 9 Oktober 2020 lalu. Sehingga (akibat penembakan) Bambang Purwoko (anggota TGPF) dan dua anggota TNI AD terluka," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

Kombes Kamal mengungkap, Sabinus Waker merupakan adik dari Ayub Waker yang meninggal pada 2019 lalu. Sabinus Waker dan kelompoknya kerap merugikan masyarakat.

"Saat ini Sabinus Waker tidak punya pekerjaan tetap. Kehidupan sehari-hari dia mendatangi masyarakat melakukan pemerasan untuk dia dan kelompoknya. Masyarakat di luar Freeport sering diperas. Kemudian di lintasan Freeport sering melakukan penembakan dan merampok," ujarnya.

KKB kelompok Sabinus Waker itu menamakan diri kelompok "Kemabu" dengan jumlah anggota 50 orang dan memiliki 17 pucuk senjata api.

"Pada saat kejadian diketahui KKB berjumlah 50 orang dengan membawa 17 senjata api yang terdiri dari orang dewasa dan melibatkan anak remaja namun dipersenjatai sebagai strategi tameng hidup KKB kelompok Sabinus Waker," ucap Kamal.

Polisi membeberkan catatan kejahatan KKB Sabinus Waker. Pada 2015, kelompok ini menyerang anggota Brimob hingga menyebabkan satu anggota Brimob yang diperbantukan dari Sulawesi Selatan meninggal dunia ditembak. Mereka juga merebut senjata aparat.

"Sabinus Waker merebut dua senjata laras panjang milik Brimob. Senjata jenis senapan serbu Steyr AUG tersebut diduga digunakan saat menyerang anggota Brimob, Sabtu (21/10/2017). Dugaan ini didasarkan dari kemampuan Steyer yang bisa menembak dari jarak jauh, lantaran dilengkapi dengan teleskop," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2