Banjir Villa Nusa Indah Bogor Surut, Warga Masih Bersihkan Sisa Lumpur

Sachril Agustin - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 11:18 WIB
Banjir Villa Nusa Indah Bogor Surut, Warga Masih Bersihkan Sisa Lumpur
Banjir Villa Nusa Indah Bogor Surut, Warga Masih Bersihkan Sisa Lumpur (Foto: Dok BPBD Bogor)
Bogor -

Banjir yang melanda perumahan Villa Nusa Indah, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, telah surut. Warga masih membersihkan sisa-sisa lumpur.

"Itu (banjir sudah) surut cuma yang tersisa itu sisa lumpuran, genangan-genangan sisa lumpuran. Jadi warga setempat pun (saat ini sedang) membersihkan rumah masing-masing," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Muhammad Adam Hamdani, saat dihubungi, Senin (26/10/2020).

Adam menambahkan ketinggian lumpur di perumahan Villa Nusa Indah variatif. Dia mengatakan ketinggian lumpur saat ini jauh berkurang bila dibandingkan hari sebelumnya.

"Variatif, cuma kemarin itu yang (lumpur) paling tinggi pun, paling selutut. Sekarang jauh lebih turun (karena lumpur) kebawa air juga. (Saat ini masih asa lumpur yang setinggi) semata kaki ada, tapi variatif. Karena yang paling parah yang (rumah warga) deket-deket sungai aja sih sebenarnya," terangnya.

Adam menjelaskan BPBD pun turun langsung untuk membantu membersihkan lumpur. Saat ini, kata dia, jalanan di Villa Nusa Indah sedang disemprot.

"Kita bantu semprot jalanannya lah, kan licin kalau (ada) lumpur kan. Iya jadi melakukan pembersihan lumpur, kita semprot jalanan, fasum-fasum (fasilitas umum)," kata dia.

Diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin meninjau lokasi bencana banjir di Villa Nusa Indah, kemarin. Dari banjir ini, Ade mengatakan sebanyak 22 RW, 5.500 KK, dan 22.000 jiwa terdampak banjir.

Selain itu, lanjutnya, ada 19 masjid dan musola serta 3 sekolah yang terdampak banjir ini.

"Sebagai informasi tambahan, korban tedampak bencana banjir di perumahan Nusa Indah Desa Kulur sebanyak 22 RW, 5.500 KK dan 22.000 jiwa, korban terancam sebanyak 150 jiwa sudah dievakuasi. Fasum terdampak 19 masjid dan mushola serta Sekolah Akbid Bunda Auni, Sekolah Daarel Salam, dan Sekolah Bunda. Korban mengungsi sebanyak 1.100 jiwa," kata Ade, dalam keterangannya, Minggu (25/10) kemarin.

(knv/knv)