Ular di Budaya Jawa

Dongeng Ular di Balik Asal-usul Rawa Pening di Jawa Tengah

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 16:55 WIB
Spot Cantik yang Menyegarkan dari Pinggiran Semarang
Rawa Pening, Jawa Tengah (Aji Kusuma/detikTravel)

Ki Hajar pun lantas memercayainya, tetapi ia meminta Baru Klinting bertapa di Bukit Tugur agar ia menjadi manusia. Selagi ia bertapa, penduduk Desa Pathok yang sedang berburu mencari makanan menemukan dirinya, kemudian memotong ekornya dan dimasak sebagai makanan pesta.

Setelah ekornya terpotong, Baru Klinthing menjelma menjadi manusia. Ia, yang merasa lapar, lalu meminta makanan kepada warga yang sedang berpesta. Akan tetapi, tidak ada yang memberinya makanan.

Baru Klinthing menancapkan lidi ke tanah dan menantang warga desa untuk mencabutnya. Tidak ada satu pun warga
desa yang dapat mencabut lidi tersebut. Baru Klinthing mencabut lidi tersebut dengan mengerahkan kesaktiannya. Dari bekas cabutan lidi itu, air memancar serta menenggelamkan desa dan seluruh warganya, sehingga terbentuklah danau bernama Rawa Pening.

Mitos itu terus diceritakan secara turun-temurun dan hidup dalam masyarakat.

Halaman

(rdp/dnu)