Ular di Budaya Jawa

Heboh Melilit Pilar Keraton Yogya, Ini Makna Simbol Ular Sejak Dulu Kala

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 08:23 WIB
Desa Kobra
Ilustrasi ular (CNN)
Jakarta -

Ular melilit pilar Bangsal Kemagangan, Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Peristiwa itu bikin heboh masyarakat generasi internet ini. Melacak jauh ke belakang, ternyata ular memiliki tempat tersendiri dalam benak masyarakat Jawa tempo dulu.

Tentu hewan ular sudah ada di Pulau Jawa jauh sebelum Kerajaan Mataram Islam berdiri di Abad 16. Dahulu kala, budaya Jawa adalah salah satu budaya di Asia Tenggara yang terpapar oleh budaya India. Budaya India pulalah yang mengantarkan peradaban Jawa mengakhiri zaman prasejarah dan memasuki era sejarah, era baca-tulis dan catat-mencatat.

Warga Geddong'e, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, dikejutkan dengan penemuan ular sanca. Ular itu sembunyi di plafon rumah warga.Ilustrasi: Ular sanca alias piton (Hasrul Nawir/detikcom)

Catatan mengenai makna ular sebagai simbol dalam masyarakat Jawa termuat dalam karya peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Ashar Murdihastomo, dalam karyanya 'Penggambaran Ornamen Ular Pada Arca Ganesha, Koleksi Museum Candi Prambanan, Yogyakarta'.

Ular dipuja dalam budaya India (yang kemudian berpengaruh ke budaya Jawa) lantaran reptilia ini memiliki sifat-sifat:

- Muncul dan menghilang secara cepat
- Hidup di segala kondisi
- Selalu berganti kulit secara berkala sehingga awet muda
- Tidak memejamkan mata

Oleh karena ular selalu berganti kulit secara berkala, maka dia terhindar dari penuaan. Ini menjadi simbol panjang umur, kekekalan, dan keabadian. Ular menjadi simbol dari atma yang tidak pernah mati dan selalu berinkarnasi dalam konsep Hinduisme.

Ular yang tidak memejamkan mata menjadi simbol kebijaksanaan. Karena penampilan matanya yang seolah selalu melihat (meski sebenarnya ini karena ular tidak punya kelopak mata), maka ular menjadi saksi dalam upacara persumpahan.

candiCandi Kidal (Muhammad Aminudin/detikTravel)

Simbol ular, kadang juga berbentuk naga, nampak di bagian-bagian candi dan jaladwara (mulut pancuran air). Ular juga muncul di badan sosok patung dvarapala (reca gupala) yang biasa ditaruh di pintu gerbang. Ada ornamen ular di Candi Sewu dari Abad 8 Masehi Dinasti Sailendra dan Candi Plaosan dari Abad 9 era Rakai Pikatan (keduanya di perbatasan DIY-Jateng), hingga Candi Singhasari dari Abad 13 (Malang, Jawa Timur).

Candi PrambananCandi Prambanan Foto: Surya Pradana/d'traveler

Ada pula ornamen ular di Candi Naga dari Abad 13 di Kompleks Candi Penataran, Blitar, Jawa Timur. Ornamen ular juga ada di Candi Kidal dari Abad 13 di Malang dan arca pancuran Dewi Sri di Sarangan Gunung Lawu.

Tonton juga 'Malam Jumat Kliwon, Ular Melingkari Pilar Bangsal Keraton Yogya':

[Gambas:Video 20detik]