Ganjar Akan Libatkan Tokoh Agama-Ilmuwan untuk Edukasi Vaksin Corona

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 18:16 WIB
Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: dok. Humas Pemprov Jateng)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo turut menanggapi sejumlah tenaga medis dan masyarakat yang menolak vaksin virus Corona (COVID-19). Ganjar mengungkapkan dirinya akan melakukan edukasi secara terbuka kepada publik serta melibatkan sejumlah elemen di masyarakat vaksin Corona.

Ganjar menyampaikan hal itu dalam diskusi virtual Kompas Talks bersama KAGAMA bertema 'Strategi Indonesia: Keluar dari Pandemi', Sabtu (24/20/2020). Hal ini disampaikan saat menjawab pertanyaan seorang peserta yang menanyakan tanggapan Ganjar mengenai adanya sejumlah tenaga medis dan warga yang menolak vaksin COVID-19.

"Soal vaksin tadi, kita mulai bicara ke mereka edukasinya blak-blakan, mesti terbuka dan mesti menggunakan tokoh-tokoh yang cukup beragam sehingga basis komunitasnya terwakili," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan Indonesia memiliki sejarah panjang terkait politik kesehatan, termasuk vaksin. Dia juga menyoroti soal polemik pil KB yang pernah menjadi perdebatan di masyarakat.

"Sejarah republik ini cukup panjang dalam politik kesehatan, termasuk soal vaksin-vaksin ini. Inget nggak kemudian kita harus mengendalikan penduduk, orang harus KB. Kemudian KB itu kan menjadi perdebatan, apakah itu hak asasi, apakah itu ada unsur agamanya. Macem-macem. Tapi toh hari ini kita berhasil," ucapnya

Ganjar pun menegaskan akan melibatkan banyak elemen masyarakat guna memberikan pemahaman vaksin kepada masyarakat. Semua pihak digandengnya.

"Maka kemudian bagaimana kita mendekati? Kita mengajak ngobrol tokoh agama, tokoh masyarakat, ilmuwan, untuk menjelaskan secara gampang, secara tepat sehingga masyarakat menjadi tahu," tuturnya.

Lebih lanjut Ganjar mengungkapkan Jateng sudah mendapat alokasi terkait vaksin Corona, namun jumlahnya masih sedikit. Alokasi anggaran vaksin tersebut, menurutnya, akan diprioritaskan pada tenaga medis yang mau menerima vaksin COVID-19.

"Jateng sudah dapat alokasi. Tapi karena sedikit sekali, nanti dipakai untuk tim yang paling depan dulu. Buat saya simple-simpel saja. Kalau tenaga medisnya mulai menolak, kalau ada. Kan ada yang menerima, yang menerima dulu saja yang dikasih. Kemudian dia cerita. Kan selalu ada pro-kontra soal ini," katanya.

(hel/rfs)