Ular di Budaya Jawa

Dua Ular Naga Jadi Penanda Berdirinya Kesultanan Yogyakarta

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 11:25 WIB
Ilustrasi ular naga dalam sengkalan memet di Keraton Yogyakarta (Repro Dwi Naga Rasa Tunggal/Beklanting/Wikimedia Commons/Creative Commons)
Ilustrasi ular naga dalam sengkalan memet di Keraton Yogyakarta (Repro Dwi Naga Rasa Tunggal/Beklanting/Wikimedia Commons/Creative Commons)

Patung itu dibaca sebagai 'Dwi Naga Rasa Tunggal' atau 'Dua Naga Bersatu Rasa', artinya adalah tahun 1682 Jawa atau 1756 Masehi, tahun mulai dihuninya Keraton Yogyakarta.

Begini cara membacanya:
- Dwi: 2
- Naga: 8
- Rasa: 6
- Tunggal: 1
Angka itu kemudian dibalik dan menjadi 1682.

Ada pula sengkalan memet, yang dibaca sebagai 'Dwi Naga Rasa Wani', terdapat di kiri dan kanan ambang pintu masuk. Naga di sini menghadap ke selatan dengan warna merah. Dwi Naga Rasa Wani sama saja artinya, yakni menandai tahun 1682 Jawa atau 1756 Masehi.

Dikutip dari situs Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwana I beserta kerabat memasuki Keraton pada 7 Oktober 1756 Masehi dari kediaman sementaranya di Pesanggrahan Ambarketawang, Gamping, Sleman.

Sekilas soal sengkalan

Bagaimana bisa naga diartikan sebagai angka 8 dan rasa sebagai angka 6? Itu adalah kesepakatan. Cara membuat sengkalan kini telah disusun oleh Panitia Kapujanggan Keraton Yogyakarta, di situlah termuat masalah nilai kata dengan menyertakan cara membuat sengkalan.

Sengkalan angka 1 disimbolkan dengan hal yang cuma ada satu, bisa juga disimbolkan dengan manusia, misalnya kata jalma, jalmi, janma, putra, wani, aji, ratu, raja, gusti, Allah, hyang, maha, bathara, bumi, jagat, dan lain-lain.

Sengkalan angka 6 disimbolkan dengan kata-kata yang berarti rasa, bisa juga dengan hewan berkaki enam atau segala hal yang bergerak. Misalnya, hangga-hangga (laba-laba), rasa, nikmat, dan sebagainya.

Sengkalan angka 8 disimbolkan dengan kata-kata yang berarti gajah, binatang melata, dan brahmana. Misalnya, ngesti (memikirkan), basuki, naga, brahmana, manggala, dan lain sebagainya.

Sengkalan angka 2 disimbolkan dengan hal yang punya dua benda, berpasangan, atau bergandengan. Misalnya asta, dwi, kembar, sembah, supit, dan lain-lain.


(dnu/tor)