Polisi: Sampah yang Dibuang Pemobil Viral di Kalimalang Sisa Kardus Ultah

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 19:18 WIB
Satpol PP Ungkap Alasan Pemobil Viral Buang Sampah di Kalimalang Bekasi
Abun Gunawan (tengah) mengakui membuang sampah di Kalimalang. (Dok.istimewa)
Kabupaten Bekasi -

Abun Gunawan, pemilik mobil yang viral mengaku telah membuang sampah di Kalimalang, Bekasi. Ada 6 kantong plastik besar berisi sampah yang dibuang Abun. Apa isinya?

"Berisi sisa udang, ikan, kardus-kardus sisa acara ulang tahun anak dari saudara Abun Gunawan," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2020).

Abun Gunawan bersama dua orang lainnya yaitu Rahmat sebagai sopir, dan Agung sebagai kenek membuang sampah tersebut ke Kalimalang pada Minggu (18/10). Sebelumnya, Agun memang menggelar acara ultah anaknya di rumahnya.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Kabupaten Bekasi Rahmat Atong memastikan sampah yang dibuang tersebut tidak mengandung limbah B3.

"Isinya bukan limbah B3 tapi domestik ya. Sisa-sisa makanan aja, acara keluarga itu," kata Plt Kasatpol PP Kabupaten Bekasi Rahmat Atong.

Rahmat menambahkan, total ada 6 kantong plastik sampah yang dibuang ke Kalimalang. Rahmat menyebut, Abun membuang sampak ke Kalimalang karena malas berurusan dengan petugas kebersihan di daerah perumahannya.

"Karena dia sendiri malas dan terlalu banyak (kantong sampah), karena ada 6 plastik besar kayanya dia khawatir nggak diizinkan oleh pengurus," beber Rahmat.

Sebelum diserahkan ke penyidik Satpol PP, ketiga pelaku tersebut menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi. Para pelaku dijerat dengan tindak pidana ringan karena melanggar Perda soal sampah.

Penyidik Satpol PP Kabupaten Bekasi tengah merampungkan berkas penyidikan. Satpol PP segera melimpahkan berkas tersebut ke pengadilan.

"Sekarang berkasnya masih di kita. Ini masih koordinasi dengan pihak pengadilan. Sebenarnya kalau kita sore ini bisa dilimpahkan, kalau Sabtu, Minggu tidak bisa paling lambat Senin. Kita harus segera karena ini sifatnya tipiring (tindak pidana ringan) jadi harus cepat," pungkas Rahmat.

(mea/mea)