PKS Anggap Menyedihkan Jokowi Diminta Reshuffle Kabinet oleh Relawan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:40 WIB
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Relawan Jokowi Mania (JoMan) mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menganggap hal tersebut menyedihkan karena menandakan kepuasan tim pendukung mulai melemah.

"Reshuffle bisa memberi penyegaran," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Mardani menilai kehadiran desakan reshuffle yang digaungkan oleh relawan Jokowi sebagai hal yang menyedihkan. Menurut dia, seharusnya Jokowi mendapat dukungan yang semakin kokoh dari pendukungnya saat memasuki tahun ketujuh kepemimpinannya selama menjadi presiden, atau tahun kedua di periode keduanya.

"Desakan Ormas Pendukung Jokowi tentu menyedihkan. Mestinya memasuki tahun kedua atau ketujuh suasana gembira dan dukungan kokoh yang muncul," kata Mardani.

Dia menilai fenomena ini menunjukkan melemahnya kepuasan dari tim pendukung Jokowi. Mardani menilai hal tersebut menjadi pertanda ketidakpuasan publik kepada pemerintahan Jokowi yang kini berpasangan dengan Ma'ruf Amin itu.

"Ini kian mengkonfirmasi bahwa bukan cuma kepuasan publik tapi kepuasan tim pendukung juga melemah. Karena itu sah-sah saja tuntutan reshuffle," tuturnya.

Mardani pun menanggapi nyinyir isu soal reshuffle ini. Sebab, sudah beberapa kali isu reshuffle kabinet mencuat, namun ternyata tak juga terbukti.

"Menteri yang mana? Saya khawatir pepesan kosong kembali seperti yang sudah terjadi selama ini," kata Mardani.

Selain itu, anggota Komisi II DPR ini menilai ada sejumlah kementerian yang memiliki kinerja baik. Mardani menyebut Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) memiliki prestasi, serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki integritas.

"Saya melihat sebaliknya beberapa kementerian yang baik seperti PUPR dan Kemenlu berprestasi. Kementerian keuangan berintegritas. Yang lainnya punya catatan," ungkapnya.

Seperti diketahui, sejumlah relawan Jokowi memberi sorotan pada satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Bila Projo menilai Kabinet Indonesia Maju kurang maksimal menangani dampak pandemi virus Corona (COVID-19), kelompok Jokowi Mania (JoMan) ikut bermanuver mendorong agar Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

JoMan memberikan catatan kepada sejumlah menteri yang tidak layak dipertahankan. JoMan menyebut catatan itu datang dari kalangan aktivis '98.

"Mereka menilai Presiden Jokowi harus mencopot atau merotasi menteri-menteri yang dinilai hanya menjadi beban negatif bagi pemerintahannya," ujar Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, dalam keterangannya kepada wartawan dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (22/10).

Kemudian Relawan Jokowi Centre mewanti-wanti menteri untuk fokus membantu Presiden Jokowi mengatasi pandemi COVID-19 dan bukan mengurusi kepentingan pribadi. Relawan Jokowi Centre pun curiga menteri-menteri Jokowi sibuk mengurus persiapan Pilpres 2024.

"Kami berharap agar menteri dan jajaran kabinet jangan sesekali sibuk melakukan pencitraan diri untuk mengelabui rakyat menuju kontestasi pada tahun 2024 yang masih jauh. Rakyat butuh dukungan nyata saat pandemi seperti sekarang ini. Jangan manfaatkan kesusahan rakyat untuk menaikkan citra diri," ujar Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi Centre, Imanta Ginting.

(hel/elz)