Jokowi Diminta Reshuffle Kabinet, PKB: Relawan Tak Usah Ngatur!

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 13:18 WIB
Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan bersama Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati dan Pengamat Ekonomi Politik Ichsanuddin Noorsy menjadi pembicara dalam dialektika demokrasi dengan topik Monopoli dan Stabilitas Harga Jelang Ramadhan 1437H di Media Center, Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (02/06/2016).
Diskusi tersebut membahas bagaimana kesiapan pemerintah terkait ketersediaan dan kestabilan harga bahan pangan pokok jelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2016.
Daniel Johan (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Relawan-relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyorot kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju, bahkan mendorong reshuffle kabinet. Ketua DPP PKB Daniel Johan meminta relawan tak mengatur Presiden.

"Urusan reshuffle sepenuhnya diputuskan Presiden Jokowi, relawan tidak usah ngatur-ngatur dan manuver," ujar Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Menurut Daniel, sikap relawan yang seperti mendikte Presiden dinilai bisa membuat gaduh. Daniel menilai Presiden Jokowi sendirilah yang paling tahu soal kinerja para pembantunya.

"Nanti malah buat gaduh, karena Presiden yang paham sepenuhnya kinerja yang ada secara data," sebut Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Daniel menyebut kritik dan masukan memang diperlukan pemerintah. Namun ia mengingatkan supaya kritik itu tidak berkesan seperti memerintah.

"Sebagai masukan dan kritik tentu baik dalam konteks agar kinerja sesuai dengan harapan masyarakat," kata Daniel.

Seperti diketahui, sejumlah kelompok relawan Jokowi memberi catatan di setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Projo memberi sorotan terhadap kinerja para menteri karena dianggap kurang maksimal dalam bekerja.

"Projo sebagai ormas pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo mengharapkan ketegasan, kecepatan kerja, serta ketepatan komunikasi publik dari para anggota Kabinet Indonesia Maju," ujar Sekjen Projo, Handoko.

Sementara itu Jokowi Mania (JoMan) menyebut ada sejumlah menteri yang tidak layak dipertahankan. JoMan berharap agar ada reshuffle agar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bisa bekerja lebih baik lagi.

"Ada sejumlah menteri yang kudu dicopot pasca-omnibus law. Mempertahankan sejumlah menteri itu akan membuat citra Jokowi terpuruk. Harus ada penyegaran agar pemerintahan ini berjalan sebagaimana mestinya. Menteri-menteri itu gagal mengeksekusi kebijakan prorakyat dan Nawacita Jokowi," ungkap Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer.

Kemudian Relawan Jokowi Centre mewanti-wanti menteri untuk fokus membantu Presiden Jokowi mengatasi pandemi COVID-19 dan bukan mengurusi kepentingan pribadi. Relawan Jokowi Centre pun curiga menteri-menteri Jokowi sibuk mengurus persiapan Pilpres 2024.

"Kami berharap agar menteri dan jajaran kabinet jangan sesekali sibuk melakukan pencitraan diri untuk mengelabui rakyat menuju kontestasi pada tahun 2024 yang masih jauh. Rakyat butuh dukungan nyata saat pandemi seperti sekarang ini. Jangan manfaatkan kesusahan rakyat untuk menaikkan citra diri," ujar Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi Centre Imanta Ginting.

(elz/tor)