Kapuslabfor Polri: Minim Data, CCTV Hangus Semua Saat Kebakaran Kejagung

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:31 WIB
Kalabfor Polri Brigjen Ahmad Haydar memberi penjelasan soal kebakaran Kejagung
Kalabfor Polri Brigjen Ahmad Haydar (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Kapuslabfor Polri Brigjen Ahmad Haydar berbicara temuan terkait kebakaran Kejagung. Kondisi CCTV dari lokasi kebakaran Kejagung disebut rata-rata hangus.

"Jadi dari labfor yang pertama kita menemukan adalah ada beberapa abu arang, baik dari lantai dasar sampai lantai 6 itu kita sisir. Kita menemukan ada tujuh titik abu arang yang mengandung senyawa hidrokarbon fraksi solar. Kemudian, setelah dilakukan pendalaman oleh saksi, baru jelas tadi," kata Haydar di Mabes Polri, Jumat (23/10/2020).

"Yang kedua, kita juga menemukan beberapa CCTV keseluruhan itu dalam keadaan juga hangus terbakar," imbuh Haydar.

Temuan ketiga Puslabfor Polri terkait kebakaran Kejagung adalah cairan botol. Cairan tersebut mengandung senyawa solar.

"Yang ketiga kita menemukan cairan botol-botol di tiap lantai, tadi sudah Dirpidum, yang botol tersebut ada lubang-lubangnya dan ini masih ada kandungan senyawa solar. Dari hasil penyelidikan berikutnya, baru kita temukanlah yang di gudang. Kalau yang di gudang ini masih dalam keadaan utuh. Dalam keadaan itu setelah kita lab-kan itu kandungannya itu solar, bensin, dan pewangi. Itu dalam keadaan itu. Tapi ketika sudah digunakan, otomatis pewanginya menguap dan bensinnya menguap, tinggal senyawa hidrokarbon fraksi solar," jelas Haydar.

Puslabfor juga menganalisis alat pel di Kejagung. Sejumlah temuan ini memang menyebabkan kebakaran Kejagung yang begitu hebat.

"Begitu juga dengan alat pelnya dan ini digunakan tiap hari selama sekian lama karena memang kandungan yang dipakai yang ada di Kejaksaan Agung di sini parkit yang mengandung kayu dan ada beberapa dari keramik. Dan gedung itu memang isinya ornamen-ornamen kayu maupun kertas yang ada di dalam," jelas Haydar.

Haydar kemudian menjelaskan mengapa dalam kebakaran Kejagung, api dari atas bisa merembet ke bawah. Apa penyebabnya?

"Dan kami juga temukan kalau ada pertanyaan, kok bisa sifat api kan dari bawah ke atas, ini bisa dari atas ke bawah? Akseleran yang dipakai kebetulan Kejagung itu menggunakan ACP-ACP dan ACP-ACP inilah merupakan akseleran dari api dari atas kemudian turun ke lantai 5, turun ke lantai 4 dan itu pola-pola api itu nampak sekali penjalaran-penjalaran itu. Kemudian dia masuk ke setiap-setiap lorong. Pola-pola api itu tampak sekali. Yang mengawali itu seluruhnya lantai 6," jelas Haydar.

Haydar menyebut Polri menyimpulkan api kebakaran Kejagung berasal dari lantai 6 Biro Kepegawaian. Penyelidikan dari CCTV minim data karena CCTV yang rata-rata hangus terbakar.

"Dari temuan-temuan yang ada memang dari CCTV kami sangat minim karena memang CCTV yang ada semua rata-rata terbakar," ucap dia.

(gbr/dhn)