Ahli Jelaskan Panasnya Kebakaran Kejagung hingga Menembus Kaca

Kadek Luxiana Melda - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:28 WIB
Gedung Kejaksaan Agung Habis Terbakar
Gedung Kejaksaan Agung habis terbakar. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Polri menggandeng sejumlah ahli untuk mengungkap kasus kebakaran di gedung Kejagung RI. Ahli membeberkan kebakaran Kejagung cepat menyebar ke seluruh gedung lantaran suhu api yang tinggi dan mampu menembus kaca.

"Kenapa kemudian sampai juga terbakar seluruhnya karena juga apinya menembus kaca, karena suhunya itu yang dijebol itu sekitar 120 derajat sehingga dari situ memakan atau mengonsumsi ACP (akseleran). Itu indikasi awal kami, sehingga dari situ kami menyimpulkan bahwa memang betul yang disampaikan Pak Direktur (Dirtipidum), kejadian itu terjadi di lantai 6," ujar guru besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Bambang Hero Saharjo, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (23/10/2020).

Bambang terlibat dalam pengungkapan kasus Kebakaran Kejagung bersama ahli lain, yakni ahli kebakaran Universitas Indonesia Prof Yulianto. Dari hasil olah TKP bersama tim Labfor Polri, Bambang menuturkan penyebab kebakaran Kejagung bukan percikan api, melainkan open flame. Hal itu juga berdasarkan bukti ilmiah dan penelitian beberapa instrumen.

"Bisa saja misalnya pengakuan saksi itu ke kiri dan kanan, tapi dalam pengungkapan kasus kami butuh bukti ilmiah, dan untuk itulah kami menggunakan beberapa instrumen dan akhirnya betul sepakat kejadian kebakaran itu di lantai 6," jelas dia.

Selain itu, Bambang menjelaskan adanya akseleran di gedung Kejagung RI yang sudah tersimpan cukup lama. Akseleran itu juga yang menjadi penyebab cepatnya api menyebar ke seluruh gedung.

"Terungkap juga tadi beberapa akseleran itu memang ternyata sudah bertahan cukup lama di gedung kejaksaan itu, sehingga itulah menjadi salah satu akseleratornya," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menyebut api cepat menyebar lantaran adanya penggunaan bahan pembersih yang mudah terbakar di setiap lantai gedung tersebut. Bahan minyak itu, sebut Sambo, terdapat di setiap lantai dan digunakan oleh petugas cleaning service untuk membersihkan gedung Kejaksaan Agung.

"Setelah Puslabfor lakukan pengecekan temuan-temuan adanya fraksi solar dan tiner di setiap lantai, kemudian kita selidiki dari mana barang berasal, dari situ kita bisa simpulkan bahwa yang mempercepat atau akseleran penjalaran api di gedung kejaksaan itu adalah adanya penggunaan minyak lobi atau alat pembersih lobi yang bermerek Top Cleaner," ujar Sambo.

(idn/dhn)