Polri Pakai Satelit Pastikan Awal Api Kebakaran Kejagung dari Lantai 6

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:15 WIB
Polisi olah TKP Kebakaran Gedung Kejagung (Foto: Rahel/detikcom)
Polisi melakukan olah TKP kebakaran gedung Kejagung. (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkap soal asal mula api yang menyebabkan kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia mengatakan kebakaran bermula dari lantai 6.

"Asal mula api di gedung Kejagung berasal dari aula Biro Kepegawaian lantai 6. Kenapa penyidik menyimpulkan asal mula api dari lantai 6 aula Biro Kepegawaian, berdasarkan keterangan saksi yang melihat pertama api, kemudian saksi yang pertama memadamkan, kemudian saksi yang ada pada saat kejadian di tanggal 22," kata Ferdi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Dia mengatakan ada 64 saksi yang diperiksa dalam proses penyidikan. Ferdi mengatakan kebakaran gedung Kejagung dinaikkan ke tingkat penyidikan setelah 30 hari usai terjadi kebakaran pada 22 Agustus.

Kepolisian juga bekerja sama dengan ahli kebakaran dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendalami awal mula terjadinya kebakaran menggunakan satelit. Kerja sama dengan IPB dilakukan untuk memastikan soal spekulasi ada banyak titik api dalam kebakaran gedung Kejagung.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo (YouTube Tribrata TV)Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo (YouTube Tribrata TV)

"Kita juga minta ahli kebakaran dari IPB untuk menggunakan satelit yang bisa mengetahui titik api awal. Satelit ini biasa digunakan untuk mengecek kebakaran di lahan. Ini bisa menembus dan mengetahui dari mana titik api. Kami koordinasi dengan IPB untuk menggunakan satelit ini karena banyak spekulasi di luar bahwa titik api ini banyak, sehingga kita harus pakai teknologi untuk menentukan apakah benar banyak titik api," bebernya.

Ferdi mengatakan kebakaran ini disebabkan terjadinya nyala api terbuka. Api merembet dengan cepat karena dipicu adanya penggunaan minyak lobi atau alat pembersih lantai yang tidak punya izin edar.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan bukan karena karena arus pendek, tapi karena open flame atau nyala api terbuka. Nyala api terbuka ini menurut ahli bisa disebabkan oleh dua, (yaitu) pertama karena bara api atau karena penyulutan api," urainya.

Dalam kasus ini ditetapkan delapan orang sebagai tersangka. Kebakaran bermula saat ada lima pekerja yang merokok di lantai 6.

Tonton video 'Jampidum Pastikan Kebakaran Kejagung Tak Disengaja, Melainkan...':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)