Prabowo: Alutsista-Infrastruktur Hebat Tak Punya Arti Jika Tanpa Cukup Pangan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:14 WIB
Menhan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR. Raker itu salah satunya membahas soal Natuna.
Prabowo Subianto (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berbicara mengenai pentingnya ketahanan pangan bagi bangsa Indonesia. Prabowo menegaskan alutsista dan infrastruktur yang terhebat tak mempunyai arti apa-apa jika kebutuhan pangan tak tercukupi.

Pernyataan Prabowo itu disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-57 Fakultas Kehutanan UGM seperti disiarkan daring, Jumat (23/10/2020). Prabowo awalnya menyampaikan peringatan dari FAO terkait ancaman krisis pangan yang akan melanda dunia karena pandemi COVID-19.

"Kita perlu mengantisipasi secara cepat dengan membuat cadangan logistik strategis nasional, pengembangan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa yang sedang dalam proses pengerjaan diharapkan bisa menjadi sumber cadangan logistik strategis nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri dan mengurangi impor," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan pengembangan lumbung pangan di sejumlah daerah memang sangat disiapkan oleh pemerintah. Menurut Prabowo, pengembangan lumbung pangan tersebut berangkat dari perspektif pertahanan.

"Pengembangan lumbung pangan food estate di provinsi Kalimantan Tengah, dan provinsi Sumatera Utara dan yang akan dilakukan di beberapa daerah yang ini sangat disiapkan pemerintah patut disambut baik dan diberi dukungan, terlebih inisiasi pencanangan lumbung pangan oleh Presiden Joko Widodo ini berangkat dari perspektif pertahanan," kata Prabowo.

"Hal ini ditandai dengan penunjukan kementerian pertahanan sebagai leading sector di mana kebijakan umum pertahanan negara ada di tangan presiden dan presiden bisa menetapkan orientasi kebijakan politik pertahanan negara. Presiden Joko Widodo ingin mengembangkan pertahanan yang kuat berdimensi holistik melalui penguatan pertahanan militer dan nirmiliter," ujar Prabowo.

Barulah Prabowo mengatakan alutsista dan infrastruktur tak berarti apa-apa jika suatu bangsa tidak didukung pangan yang cukup. Menurut Prabowo, ketahanan pangan sangat berpengaruh terhadap jatuh dan bangunnya suatu bangsa.

"Sekaligus itu artinya pemerintah dalam hal ini presiden semakin menyadari pemenuhan hak pangan rakyat merupakan masalah strategis, menyangkut jatuh bangunnya sebuah negara, maka menjaga benteng pertahanan melalui kesiapan cadangan logistik strategi nasional perlu dibangun secara cepat. Alutsista yang terkuat, infrastruktur yang terhebat tanpa cukup pangan untuk seluruh rakyat suatu bangsa tidak punya arti yang banyak," kata mantan Pangkostrad itu.

Dia lantas menceritakan mengenai pentingnya logistik dalam sebuah peperangan. Menurut Prabowo, pihak yang tidak mempunyai logistik yang cukup bisa kalah dalam peperangan.

"Sejarah menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai sebuah negara, ketergantungan pangan akan membuat suatu bangsa sulit untuk lepas diri dari cengkraman bangsa lain. Pada dasarnya pangan memang tidak serta merta dapat memenangkan suatu pertempuran tetapi sering perang dikalahkan oleh yang tidak punya pangan, sering pihak yang tidak punya logistik kalah dalam peperangan, tanpa logistik perang tidak dapat dimenangkan ini adalah kenyataan sejarah," tutur dia.

Tonton juga video 'Penjelasan Kemenhan Soal Prabowo Dapat Visa Masuk AS':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/imk)