Satgas Kab Bekasi: 91% Penerima Vaksin Karyawan Perusahaan-Penduduk Berisiko

Antara - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 14:02 WIB
Vaksin Virus Corona Menuju RI
Foto: Ilustrasi Vaksin Virus Corona (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menetapkan kelompok-kelompok prioritas yang akan menerima vaksin COVID-19 tahap satu pada November mendatang. Kelompok tersebut di antaranya orang tinggal di zona penularan risiko tinggi hingga karyawan perusahaan.

Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi mengatakan penetapan kelompok tersebut menyusul alokasi penerima vaksin COVID-19 yang didapat dari Pemprov Jawa Barat. Bekasi mendapat jatah sebanyak 487.882 vaksin pada tahap pertama ini.

"Sebanyak 91 persen lebih penerima vaksin dari kategori karyawan perusahaan dan penduduk di tempat berisiko," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang seperti dilansir Antara, Jumat (23/10/2020).

Alamsyah mengatakan sebanyak 234.546 orang yang menerima vaksin adalah mereka yang berasal dari kategori penduduk di tempat berisiko. Sebanyak 212.454 orang di kategori karyawan perusahaan, lalu kemudian 12.000 orang tenaga pendidikan di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, 8.552 vaksin akan disuntikkan ke tenaga kesehatan di rumah sakit dan 5.610 orang yang bekerja sebagai aparatur desa dan kelurahan.

"Selain tenaga kesehatan di rumah sakit, tenaga medis lainnya juga mendapat alokasi ini dengan rincian 2.758 orang tenaga kesehatan klinik, 2.205 tenaga kesehatan di Puskesmas, serta 500 orang dari tenaga kesehatan lainnya atau swasta murni" katanya.

Selain itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendapat alokasi vaksin dengan jumlah penerima 4.000 orang. Ada 1.610 orang yang bekerja di kantor kecamatan juga mendapat bantuan vaksin serupa.

Sejumlah instansi lainnya juga mendapat alokasi vaksin, yaitu 153 orang tenaga Palang Merah Indonesia (PMI), 600 prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0509, 1.603 anggota Kepolisian Resor Bekasi, serta 27 pegawai pengadilan agama.

Serta 80 pegawai kejaksaan, 50 pegawai pengadilan negeri, 50 orang di DPRD, 834 pegawai kementerian agama, 150 orang di instansi BPJS, serta 100 orang pegawai PDAM Tirta Bhagasasi.

"Kita masih menunggu arahan selanjutnya dari pusat terkait pelaksanaan pemberian vaksin ini. Untuk vaksinasi secara massal kami sedang menyiapkan 44 Puskesmas serta sarana kesehatan lainnya seperti klinik dan rumah sakit," kata dia.

Alamsyah berharap pelaksanaan vaksinasi ini mampu menekan angka penularan Corona di Kabupaten Bekasi. Serta menjadi solusi efektif penanganan virus Corona menuju tatanan baru.

(lir/gbr)