Relawan Jokowi Centre Curiga Menteri-menteri Sibuk Urus 2024

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 11:43 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik dengan didampingi istri dan suami mereka di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.
Foto: Kabinet Indonesia Maju (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta -

Sejumlah relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bermanuver dengan mendesak reshuffle kabinet. Relawan Jokowi Centre mewanti-wanti menteri untuk fokus membantu Presiden Jokowi mengatasi pandemi COVID-19 dan bukan mengurusi kepentingan pribadi.

"Kami meminta serta mengingatkan agar seluruh pembantu Presiden fokus mengatasi persoalan pandemi COVID-19, terutama mengatasi dampaknya bagi masyarakat menengah ke bawah," kata Sekretaris Jenderal Relawan Jokowi Centre, Imanta Ginting, Jumat (23/10/2020).

Menurut Imanta, komunikasi, kerja keras, dan kerja cepat dari para pemangku kepentingan mampu memulihkan daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang kini sedang menurun. Jokowi Centre tak mau ada menteri yang mengurusi kepentingan 2024.

"Kami berharap agar menteri dan jajaran kabinet jangan sesekali sibuk melakukan pencitraan diri untuk mengelabui rakyat menuju kontestasi pada tahun 2024 yang masih jauh. Rakyat butuh dukungan nyata saat pandemi seperti sekarang ini. Jangan manfaatkan kesusahan rakyat untuk menaikan citra diri," ujarnya.

Imanta Ginting mengkhawatirkan fokus menteri yang bergeser ke kepentingan 2024 di tengah pendemi COVID-19 akan membuat rakyat semakin lama berkubang dalam penderitaan. Hal ini, kata dia, bertentangan dengan arahan Presiden Jokowi yang mengharapkan semua menteri bekerja keras untuk membantu rakyat keluar dari masalah yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

"Kami khawatir alokasi anggaran yang dikelola kementerian akan bergeser ke arah pencitraan diri dan konsolidasi tim sukses. Apa pantas pakai anggaran negara untuk naikkan popularitas, di tengah situasi rakyat yang sedang kesusahan?" lanjutnya.

Agar anggaran negara tepat sasaran, Imanta meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) senantiasa aktif memantau semua pengeluaran setiap kementerian dan lembaga negara. Imanta mengkhawatirkan situasi darurat karena pandemi COVID-19 dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk mengumpulkan biaya logistik demi kepentingan 2024.

"Kalau semua eselon 1 dan 2 dalam kementeriannya diarahkan untuk kepentingan menteri yang nafsu Capres 2024, saya kira yang kasihan rakyat kecil. Saatnya urus rakyat yang sedang kesusahan, bukan urus capres 2024," pungkasnya.

(gbr/tor)