Round-Up

Jejak Nurhadi Jadi Tersangka hingga Diburu KPK Akhirnya Diadili

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 06:47 WIB
Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kembali diperiksa penyidik KPK. Nurhadi menjadi tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.
Eks Sekretaris MA, Nurhadi. (Foto: Ari Saputra)

Kronologi Penangkapan Nurhadi
Nurhadi ditangkap di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

"Hari Senin, tanggal 1 Juni 2020, tim KPK melakukan penangkapan terhadap tersangka NHD (Nurhadi) dan RHE (Rezky Herbiyono)," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

Berikut kronologi penangkapan Nurhadi dan Rezky yang dijelaskan Nurul Ghufron:

Februari 2020
KPK menetapkan status DPO terhadap tersangka NHD, RHE, dan HS. Sejak ditetapkan DPO, penyidik KPK dengan dibantu pihak Polri terus aktif melakukan pencarian terhadap orang dalam DPO, antara lain dengan melakukan penggeledahan rumah di berbagai tempat, baik di sekitar Jakarta maupun Jawa Timur.

1 Juni 2020
Pukul 18.00 WIB
Tim penyidik KPK mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan dua tersangka yang berstatus DPO tersebut. Selanjutnya berdasarkan informasi tersebut, tim bergerak ke Jl Simprug Golf 17 No 1, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian NHD dan RHE.

Pukul 21.30
-Selanjutnya dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeledahan, penyidik KPK mendatangi rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan.
-Awalnya tim penyidik KPK bersikap persuasif dengan mengetuk pagar rumah, tapi tidak dihiraukan. Kemudian penyidik KPK dengan didampingi ketua RW setempat dan pengurus RT setempat melakukan upaya paksa dengan membongkar kunci pintu gerbang dan pintu rumah tersebut.
-Penyidik KPK berhasil masuk ke dalam rumah, di salah satu kamar ditemukan tersangka NHD dan di kamar lainnya ditemukan tersangka RHE dan langsung dilakukan penangkapan terhadap keduanya.
-Selanjutnya kedua tersebut tersebut di bawa ke kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi kepentingan penyidikan.

Nurhadi Dipamerkan KPK Sekira 5 Menit

Nurhadi dipajang saat konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Namun Nurhadi tidak ditampilkan lama oleh KPK, kenapa?

Nurhadi ditampilkan oleh KPK di ruang konferensi pers, gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020). Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, memakai rompi tahanan KPK dan menghadap ke arah tembok.

Nurhadi dan Rezky dipajang kurang-lebih 5 menit untuk dokumentasi. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan alasan kenapa Nurhadi dan Rezky tidak dipajang hingga akhir.

"Perlu kami jelaskan dulu, kenapa para pihak yang kami tangkap itu kami kembalikan ke tempatnya, karena memang proses pemeriksaan masih berlangsung. Yang penting kami telah publikasi dan yang bersangkutan telah berada di KPK. Ini paling penting yang bersangkutan dihadirkan karena pemeriksaan masih berlangsung. Jadi kami kembalikan ke pemeriksaan," kata Ghufron.

Nurhadi Ditahan di Gedung 'C1' KPK

Penahanan Nurhadi dan Rezky berlangsung 20 hari sejak hari ini di gedung C1 KPK.

"Penahanan Rutan dilakukan kepada 2 orang tersangka tersebut selama 20 (dua puluh) hari pertama terhitung sejak tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan 21 Juni 2020 masing-masing di Rumah Tahanan KPK Kavling C1," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

Penahanan dilakukan untuk pengembangan kasus tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi. Sebelum ditahan, KPK melakukan pemeriksaan terhadap Nurhadi.

"Setelah pemeriksaan, penyidik KPK melakukan penahanan di rutan terhadap 2 tersangka tersebut yaitu NHD dan RHE sebagai pengembangan perkara tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi terkait perkara di MA pada tahun 2011-2016," ucap Ghufron.

Berkas Nurhadi Dilimpahkan ke Meja Hijau
Penyidik KPK melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi Nurhadi ke pengadilan. Dengan begitu, Nurhadi segera diadili di depan 'meja hijau'.
"Hari ini, Rabu, 14 Oktober 2020, tim JPU melimpahkan berkas perkara terdakwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono ke PN Tipikor Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

"Penahanan (Nurhadi dan Rezky) selanjutnya menjadi kewenangan majelis hakim," imbuh Ali.

Sidang Perdana Nurhadi Digelar 22 Oktober
Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menggelar sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi Nurhadi. Sidang perdana akan digelar 22 Oktober 2020.

"Jadwal persidangan yang bersangkutan tersebut telah ditetapkan oleh majelis hakim, Kamis, 22 Oktober 2020," ujar pejabat Humas PN Jakpus, Bambang Nurcahyono, kepada wartawan, Kamis (15/10/2020).

Agenda sidang perdana adalah pembacaan dakwaan. Susunan majelis hakim yang akan mengadili Nurhadi dan Rezky adalah ketua majelis hakim Saefudin Zuhri, sedangkan yang duduk sebagai hakim anggota adalah Duta Baskara dan Sukartono.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6