Marinir ke Bawaslu Keberatan Ada Prajurit Gendong Akhyar di Video Kampanye

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 18:39 WIB
Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap (Datuk-detikcom)
Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap (Datuk/detikcom)
Medan -

Prajurit Marinir mendatangi Bawaslu Medan, Sumatera Utara. Kedatangan mereka untuk menyampaikan keberatan video sosok prajurit menggendong calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, yang diduga menjadi konten kampanye.

"Ya, kedatangan mereka sebenarnya tindak lanjut dari keberatan mereka semalam. Terus semalam kan juga datang kemari LO pendukung dari tim pasangan calon 1, setelah sampai di sini terakhir kan dia mengutarakan keberatannya dan keberatan itu disampaikan langsung ke ketua tim pemenangan," kata Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap, di Medan, Kamis (22/10/2020).

Payung menyebut Marinir datang ke Bawaslu agar difasilitasi terkait keberatan tersebut. Dia mengatakan tim Akhyar-Salman telah bertemu dan memberi penjelasan ke pihak Marinir.

"Kita fasilitasi pertemuan mereka, ternyata dari tim pasangan calon 1 itu sudah memberikan semacam klarifikasi sekaligus menyatakan bahwa itu bukan dari mereka dan juga intinya mereka tadi, ada kesepakatan bahwa dari pihak 1 juga adalah sekaligus mengklarifikasi," ujar Payung.

Payung menyebut pihaknya belum mengetahui sumber video tersebut. Dia mengatakan timses Akhyar mengatakan video pendek itu bukan dibuat oleh mereka.

"Nah kita kan sampai hari ini kalau hal itu tidak tahu secara teknis, karena kita juga sebenarnya semalam itu tahunya kan ketika dari Marinir yang datang ke mari merasa keberatan dan membuat laporan, itu kita sumber awalnya kita mengetahui itu. Kalau pihak dari mana siapa yang buat, kita juga tidak tahu sampai hari ini kan dan kita menganggap video pendek itu adalah bahagian dari pada kegiatan kampanye. Kalau menurut kita kan, karena memang kan semacam video pendek," sebut Payung.

"Cuma bahwa dari tim pasangan calon tadi katanya semalam LO-nya menyampaikan kalau kita buat video itu ada kode. Semacam kode bahwa itu sumbernya dari mereka. Ini kodenya tidak ada," sambungnya.

Payung menjelaskan video yang dijadikan keberatan itu adalah video Akhyar digendong oleh prajurit saat Hari Sampah Nasional. Peristiwa itu, katanya, terjadi saat Akhyar masih aktif sebagai Plt Wali Kota Medan.

"Iya, kalau penjelasan dari Marinir semalam bahwa itu video ketika mereka melakukan kegiatan peringatan Hari Sampah Nasional itu kejadiannya di bulan Februari kalau menurut mereka. Pak Akhyar masih menjabat sebagai Plt Wali Kota," ujar Payung.

Payung mengatakan ada kesepakatan kedua pihak agar penyebaran video itu dihentikan hingga ke tim pemenangan kubu Akhyar di tingkat kecamatan.

"Tadi sudah begitu kesepakatannya, mereka bahwa video itu dihentikan dan itu juga tertuang dalam surat yang disampaikan 1 yang di dalamnya ada poin itu. Bahwa untuk dihentikan sampai ke jajaran kecamatan dari pemenangan pasangan calon 1," ujar Payung.

(haf/haf)