PKL Marak di Kesawan Medan Saat Malam, Bobby Janji Atur Lewat Sentra Kuliner

Ahmad - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 17:03 WIB
Bobby Nasution datang ke KPU Medan (Datuk Haris Molana-detikcom)
Bobby Nasution dan Aulia di KPU Medan (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan makanan marak di kawasan Kesawan, Medan, saat malam hari. Cawalkot Medan, Bobby Nasution, berjanji membuat sentra kuliner atau UMKM untuk mengatur PKL.

"Inilah, kan belum ada sentra kuliner, sentra-sentra kuliner, sentra-sentra UKM yang ada di Kota Medan ini belum ada tersentralisasi," kata Bobby di Medan, Kamis (22/10/2020).

Dia mengatakan ada nilai positif dari banyaknya PKL di kawasan Kesawan itu. Namun, katanya, PKL tetap harus diatur.

"Begitu ini kemarin dibuka sedikit saja, kita lihat itu ada dua sisi. Ada positifnya ada negatifnya. Positifnya itu kita lihat pegiat-pegiat UKM kita ini sebenarnya rindu tempat tempat seperti itu, mungkin belum diatur," tuturnya.

Sebelumnya, Pemko Medan juga pernah mewacanakan revitalisasi kawasan Kesawan. Pemko Medan hendak membuat kawasan Kesawan seperti Malioboro di Yogyakarta ataupun Kota Tua Semarang.

"Kota Medan juga nantinya memiliki wisata malam layaknya Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Malioboro. Masyarakat juga akan dapat mencicipi kuliner sambil menikmati suasana Kota Medan di malam hari," ujar Plt Wali Kota, Akhyar Nasution, yang kini jadi lawan Bobby, Kamis (13/2).

Selain itu, Akhyar sempat menyebut ada rencana penataan kawasan Kesawan seperti Kota Tua Semarang. Hal itu disampaikan Akhyar usai meninjau Gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Kecamatan Kesawan, Medan, Jumat (6/3).

"Sebelum merevitalisasi Kota Tua Semarang, Pemkot Semarang menghadapi tantangan yang cukup berat. Selain mengatasi banjir rob, Pemkot Semarang juga harus merapikan kabel jaringan listrik yang berseliweran. Untuk merevitalisasi Kota Tua, Pemkot Semarang butuh waktu 25 tahun. Sebab, perencanaan telah dimulai tahun '94 dan baru selesai 3 tahun lalu," jelas Akhyar.

(haf/haf)