Satgas Jelaskan Alasan Adanya Vaksin COVID-19 Mandiri

ADVERTISEMENT

Satgas Jelaskan Alasan Adanya Vaksin COVID-19 Mandiri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 17:25 WIB
Illustrative picture of covid-19 coronavirus vaccine vial
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Jubir Pemerintah terkait Perkembangan Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan alasan adanya vaksinasi COVID-19 mandiri. Wiku mengungkapkan, saat ini, subsidi vaksin untuk seluruh masyarakat belum bisa dilakukan.

"Jadi COVID-19 adalah suatu bentuk penyakit menular baru sehingga riset untuk mengenali karakteristik penyakit ini masih terus dilakukan dan berjalan. Dan masyarakat perlu memahami bahwa riset pengadaan vaksin yang dilakukan juga membutuhkan proses yang panjang dan penggunaan sumber daya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, sejauh ini penetapan subsidi vaksin untuk seluruh masyarakat masih belum bisa dilakukan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/10/2020).

Wiku mengatakan, pemerintah terus berusaha mencapai pemerataan vaksin COVID-19 untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity. Namun, untuk sementara ini, vaksin COVID-19 gratis akan terlebih dulu diberikan kepada kelompok prioritas.

"Pertimbangan subsidi pada kelompok prioritas yang paling berisiko tertular maupun kepemilikan peran strategis di masyarakat akan dilakukan lebih awal untuk menanggulangi status kedaruratan kesehatan masyarakat. Sampai saat ini, pemerintah telah mengidentifikasi masyarakat yang akan didahulukan untuk mendapatkan vaksinasi wajib dan ini adalah gratis," tuturnya.

Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan, Satgas Penanganan COVID-19 juga menjalankan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar persoalan vaksin COVID-19 ini dilakukan secara matang. Vaksin yang nanti diberikan ke masyarakat, kata dia, juga harus yang terjamin keamanannya.

"Vaksin yang nantinya akan diterima oleh masyarakat Indonesia semuanya harus lolos tahap uji klinis untuk menjamin keamanannya. Uji klinis Ini membutuhkan waktu itu sehingga tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa," ungkap Wiku.

Wiku mengatakan, road map vaksinasi COVID-19 saat ini juga telah dalam tahap finalisasi. Pemerintah saat ini juga tengah memperkuat komunikasi lintas sektor terkait COVID-19 agar tidak terjadi kesimpangsiuran.

"Sedangkan untuk Satgas sendiri saat ini tengah berfokus untuk mengedukasi publik seperti yang kami lakukan pada hari ini juga. Dimulai dengan memberikan informasi yang sederhana tentang vaksin, proses pembuatannya, bagaimana distribusinya dan sebagainya. Nanti akan dilanjutkan dengan edukasi seperti keamanan vaksin, manfaat, tujuan diberikan vaksin COVID-19," papar dia.

"Usaha komunikasi ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang transparan dan kredibel. Selain itu, informasi ini juga diharapkan mampu menjawab keraguan yang sering kali muncul di tengah maraknya informasi yang tidak bertanggung jawab atau hoaks yang terkait dengan vaksin COVID-19 ini," imbuh Wiku.

(mae/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT