Penjelasan Pemerintah Bila Masyarakat Ingin Vaksin COVID-19 Mandiri

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 14:41 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menjelaskan, nantinya akan ada vaksin untuk kelompok prioritas yang diberikan secara gratis. Sementara itu, ada pula vaksin yang bisa diakses masyarakat secara mandiri.

Adapun kelompok prioritas itu sesuai dengan road map Kementerian Kesehatan, di antaranya tenaga kesehatan, aparat yang bekerja di bidang pelayanan publik, dan penerima bantuan BPJS Kesehatan. Namun yang dibolehkan memperoleh vaksin adalah kelompok usia tertentu saja, karena penelitian vaksin COVID-19 dilakukan pada rentang usia tersebut.

"Nanti akan disiapkan siapa saja yang akan mendapatkan secara disediakan oleh pemerintah disubsidi oleh pemerintah, bahkan bisa digratiskan. Itu yang tercatat dalam BPJS Kesehatan dan usianya 15-59. Kenapa 15-59 karena percobaan-percobaan itu dilakukan dalam range itu. Jadi yang usia 19 ke bawah lebih muda tidak dilakukan percobaan," kata Airlangga dalam talk show yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (22/10/2020).

Selain itu, pemerintah akan menyediakan jalur vaksin mandiri bagi masyarakat. Nantinya jalur vaksin mandiri akan dikelola oleh Bio Farma.

"Terkait dengan masyarakat mengakses, nanti akan disediakan jalur vaksin mandiri. Jalur vaksin mandiri ini nanti akan dikelola melalui BUMN Bio Farma beserta mitra mitranya yang ditunjuk," ujar Airlangga.

Namun soal vaksin mandiri akan diinformasikan lebih lanjut ketika vaksinnya sudah tersedia. Airlangga menyebut nanti akan diinformasikan secara jelas terkait berapa harga vaksinnya dan bagaimana cara memperolehnya.

"Pemerintah nanti akan memberikan informasi secara jelas pada saat program ini sudah siap dan pada saat vaksinnya sudah tersedia," ucapnya.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan pemberian vaksin nantinya akan diutamakan di daerah zona merah. Namun sambil menunggu ketersediaan vaksin dan persetujuan BPOM, pemerintah meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Jadi pertama ada di dalam road map vaksinasi akan ditentukan, tapi ada daerah-daerah merah. Nah daerah merah itu yang penularannya terbesar Sumut, Aceh, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalsel, Sulsel, Papua, dan Papua barat. Nah itu nanti akan dievaluasi juga nanti terkait efektivitasnya," ungkapnya.

Simak video 'Seperti Flu Tahunan, Corona Diprediksi Bakal Jadi Endemik':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)