Sempat Zona Merah, Musi Banyuasin Kini Berstatus Zona Oranye Corona

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 12:38 WIB
Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza
Bupati Dodi Reza (Foto: dok. Kominfo Musi Banyuasin)
Palembang -

Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sempat berstatus zona merah virus Corona (COVID-19). Kini Musi Banyuasin berhasil menurunkan kasus penularan dan sudah berstatus zona oranye.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza mengungkapkan Musi Banyuasin masuk zona oranye terhitung sejak 18 Oktober 2020. Terjadi penurunan dan kesembuhan masif yang disebut berkat kedisiplinan masyarakat.

"Analisisnya per 18 Oktober dan data yang dikeluarkan pada 21 Oktober. Jadi setelah satu minggu dinyatakan zona merah, kini Muba sudah kembali zona oranye. Semua harus disiplin kalau tidak mau kembali ke zona merah lagi," tegas Dodi Reza kepada wartawan, Rabu (22/10/2020).

Adapun indikator wilayah turun dari zona merah ke oranye Corona di antaranya adanya indikator epidemiologi penurunan jumlah kasus positif. Bahkan penurunan probable Corona hingga ke minggu terakhir mencapai 50 persen dari puncak kenaikan kasus.

"Kemudian, penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable pada minggu terakhir mencapai 50 persen dari puncak. Termasuk penurunan jumlah kasus positif dan probable yang dirawat di rumah sakit pada minggu terakhir sebesar 50 persen," jelas Dodi.

Selain itu, penurunan jumlah kasus suspek Corona yang dirawat pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak. Hal ini dinilai telah membantu menurunkan status dari zona merah ke oranye dalam waktu singkat.

Selanjutnya, Pemkab Musi Banyuasin juga telah melakukan pemetaan zona hingga ke tingkat di desa. Termasuk melakukan kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) Mikro di tingkat dusun dan RT.

"Sampai ke bawah kita ingatkan agar tidak melakukan kegiatan mengajak kerumunan massa, seperti hajatan, menunda semua kegiatan di wilayah zona merah dari hasil pemetaan, dan menyediakan penambahan ruang perawatan di tiga rumah sakit daerah," terang Dodi.

"Ada juga peningkatan operasi yustisi dan disiplin protokol khusus wilayah tersebut. Pelaksanaan tracing-screening community, menyediakan penambahan ruang khusus perawatan dan penggunaan herbal untuk meningkatkan imun warga," sambungnya.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Musi Banyuasin Herryandi Sinulingga mengajak seluruh masyarakat bersatu menerapkan disiplin mematuhi 3M. Namun hal paling penting adalah menghindari kerumunan dan tetap memakai masker.

"Selalu meminimalkan kerumunan dan social distancing. Yang terpenting selalu menggunakan masker saat berada di luar ruangan," ujar Herryandi.

Herryandi menyebut, hingga 21 Oktober ini, ada 372 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Musi Banyuasin. Sebanyak 287 pasien sudah sembuh, 15 meninggal dunia, dan 70 yang masih dirawat.

(ras/elz)