Musi Banyuasin Zona Merah COVID, Bupati Klaim Karena Tracing Masif

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 13:28 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19. (Foto: Edi Wahyono)
Musi Banyuasin -

Kabupaten Musi Banyuasin di Sumatera Selatan ditetapkan sebagai zona merah COVID-19 oleh pemerintah pusat. Ini setelah kasus COVID-19 di daerah itu terus mengalami kenaikan.

"Benar, Pemkab Muba ditetapkan menjadi zona merah oleh pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas (Satgas) COVID-19 pusat," ujar Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Dilihat detikcom per pukul 13.15 WIB di situs COVID-19 milik pemerintah, Musi Banyuasin berstatus risiko tinggi penyebaran COVID-19 dengan label merah. Wilayah lainnya yang berstatus zona merah di Sumsel adalah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

Dodi Reza Alex Noerdin/Antara FotoBupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (Foto: Antara Foto)

Dikatakan Dodi Reza, ditetapkannya Musi Banyuasin sebagai zona merah dikarenakan setiap hari terus terjadi penambahan kasus baru. Tracing atau pelacakan juga masif dilakukan.

"Yang kedua, lonjakan disebabkan adanya screening dan tracing besar-besaran dari Pemkab Muba. Jadi, kita sengaja mencari orang-orang yang terpapar COVID-19. Jika terdapat positif, maka langsung dilokalisir," katanya.

Dodi mencontohkan, satu orang yang positif COVID-19 langsung dilakukan screening. Beberapa orang yang positif pun langsung dilokalisir untuk mencegah penyebaran.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah menyebut adanya lonjakan kasus dikarenakan keaktifan dari Satgas COVID-19. Terutama mencari orang-orang yang terpapar untuk dapat langsung ditindaklanjuti.

"Lonjakan kasus ini beda dengan daerah lain, karena kita melakukan tracking dan screening secara menyeluruh. Ini dilakukan sebagai antisipasi dan upaya menekan angka kematian," katanya.

Lihat juga video 'AstraZeneca, Calon Vaksin dari Inggris yang Akan Masuk Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/dkp)