Difitnah Keturunan PKI, Nasrul Abit: Saya Doakan Mereka Diampuni Allah

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 07:16 WIB
Nasrul Abit
Foto: Timses Nasrul Abit
Jakarta -

Belum lama ini, masyarakat dan perantau Minang diramaikan dengan isu keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ditujukan kepada calon Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Merespons hal ini, Nasrul pun membantah dan menyertakan bukti terkait isu miring yang ditujukan kepadanya.

"Anak PKI dari mana?" katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10/2020)

Menurutnya, tuduhan anak PKI bukan merupakan hal yang masuk akal karena awal mula kariernya sebagai PNS di Lampung. Nasrul menjelaskan pada tahun 1970-an, mustahil seorang yang punya garis keturunan PKI bisa lolos seleksi PNS karena masa itu merupakan masa Orde Baru.

Selain itu, Nasrul telah lama menjadi datuk dengan gelar Datuak Malintang Panai. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak menyebar berita bohong, fitnah, atau ujaran kebencian.

"Masyarakat sudah cerdas. Jangan lagi dicekoki dengan berita-berita fitnah seperti itu," ujarnya.

Lebih lanjut Nasrul menjelaskan saat ini adalah waktu bagi peserta pilkada untuk menjual ide, mengadu gagasan, dan visi misi. Selebihnya, biarkan masyarakat yang menilai calon yang akan mereka pilih dalam pemungutan suara nanti.

"Saya tidak pernah memfitnah orang lain. Bahkan ketika diberitakan yang tidak-tidak, kadang-kadang saya diam saja," ucapnya.

Meskipun demikian, Nasrul mengaku memaafkan orang-orang yang memfitnahnya. "Saya diajarkan agama oleh orang tua saya dan tidak boleh dendam. Saya doakan mereka diampuni Allah," katanya.

Di lain pihak, Sekretaris Tim Pemenangan Nasrul Abit-Indra Catri, Hidayat mengatakan bahwa berita tentang keturunan PKI itu sangat merugikan karena sudah masuk dalam kategori pencemaran nama baik. Hidayat berharap hal serupa tidak kembali terulang dan tidak ada lagi pembunuhan karakter seseorang melalui berita yang tidak berdasar.

Pendukung Tak Percaya

Pendukung Nasrul Abit tak percaya isu itu. Sejumlah warga meyakini isu itu kampanye hitam belaka.

"Isu murahan. Bukan zamannya lagi. Kami tidak akan terpengaruh. Kami bukan orang bodoh. Panas hati saya mendengar isu seperti ini," ujar Eri (48), warga Pasar Surantih, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Rabu (21/10).

Menurutnya, fitnah itu sengaja dibuat-buat untuk menjatuhkan Nasrul Abit dalam Pilkada Sumbar. Alasannya, isu itu mencuat pada masa pilkada.

"Sebelumnya tidak ada isu ini. Dulu ada ijazah palsu, tapi tak mempan. Ke depan entah isu apa lagi yang dibuat oleh lawan politik Pak Nasrul Abit," katanya.

Senada dengan Eri, Ahmad Fitra (57), warga Tanjung Raya, Kabupaten Agam, tidak percaya bahwa Nasrul Abit keturunan PKI.

"Ah ndak mungkinlah. Kok baru sekarang dikatakan keturunan PKI? Setahu saya beliau dulu PNS di Lampung, kemudian Wakil Bupati Pesisir Selatan, lalu bupati dua periode, dan Wakil Gubernur Sumbar. Kalau PKI, mana bisa lulus semua itu. Maklum saja ini tahun politik," katanya.

Perantau Sumbar juga tak menerima tuduhan tak berdasar terhadap Nasrul Abit itu. Sekjen Forum Komunikasi Perantau Pesisir Selatan, Agus Chaniago, menilai isu itu sebagai kampanye hitam. Menurutnya, isu itu sengaja dimainkan untuk mempengaruhi masyarakat karena masyarakat Sumbar sangat anti PKI.
"Kami berpikir logis saja. Kalau memang ayah Nasrul Abit terlibat PKI, kok bisa beliau jadi PNS? Ndak mungkin. Ngawur isu itu," ucapnya.

Agus menegaskan bahwa makin banyak fitnah terhadap Nasrul Abit makin kuat tekad masyarakat dan perantau Sumbar untuk memenangkan NA-IC. "Kami tidak mudah termakan hoaks murahan yang disebarkan di media sosial itu. Berpolitik itu harus sportif. Nyalakan lampu sendiri. Lampu orang jangan dipadamkan," tuturnya.

Akurat Minta Maaf

Pimpinan Umum Akurat.co Afriadi, meminta maaf kepada calon Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, atas pemberitaan yang tidak memenuhi kaidah jurnalistik, bahkan cenderung bersifat fitnah. Berita yang dimaksud menyebutkan bahwa Nasrul merupakan anak keturunan PKI (Partai Komunis Indonesia). "Mohon maaf atas keteledoran anak redaksi," tulis Afriadi melalui pesan singkat, Minggu (18/10) malam.

Dia menyatakan bahwa pihaknya telah menghapus berita yang ditayangkan pada Jumat (9/10) dengan judul "Salah Satu Cagub Sumbar Diisukan Keturunan PKI" itu tidak lama setelah naik tayang. Meskipun begitu, hingga saat ini berita tersebut masih bisa diakses melalui fitur Google AMP (Accelerated Mobile Pages).

"Ternyata (berita ini) masih ada di AMP Google. Anak IT telah koordinasi dengan Google agar berita bisa lenyap dari AMP," tuturnya.

Afriandi juga mempersilakan Nasrul ataupun Tim Pemenangan NA-IC dalam Pilkada Sumbar untuk menulis hak jawab. Tulisan tersebut akan dimuat di Akurat.co sebagai klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya.

Sekretaris Tim Pemenangan Nasrul Abit-Indra Catri, Hidayat, menyayangkan sikap redaksi Akurat.co yang tidak hati-hati dalam menjalankan fungsi jurnalistik. Ia mengatakan bahwa berita tentang keturunan PKI itu sangat merugikan karena sudah masuk dalam kategori pencemaran nama baik.

"Kita bisa saja mengadu ke Dewan Pers, bahkan ke polisi sekalipun karena berita ini bukan produk jurnalistik, tetapi sudah ada indikasi fitnahnya," kata mantan wartawan yang kini menjadi anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra itu.

Menurut Hidayat, berita Akurat.co itu tidak memiliki narasumber. Penulisnya hanya membuat sumber berita berasal dari isu yang berkembang di masyarakat.

"Berita ini seperti opini recehan saja. Tidak ada sumber, tidak ada kutipan, tidak cover both side. Sayang sekali, padahal penulisnya tercatat sebagai redaktur pelaksana di media itu, seharusnya ia yang lebih mengerti soal kode etik jurnalistik," kata dia.

Hidayat berharap hal serupa tidak kembali terulang. Ia juga berharap tidak ada lagi pembunuhan karakter seseorang melalui berita yang tidak berdasar, apalagi jika berita tersebut merupakan pesanan politik untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu.

(mul/ega)