China Anggap Lawatan PM Jepang ke RI Ancaman, Komisi I: Tak Perlu Khawatir

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 16:13 WIB
Partai Golkar menggelar diskusi bertemakan Bersatu Melawan Corona yang digelar di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). Diskusi dihadiri (kiri ke kanan) Satgas Waspada & Siaga Corona DR Erlina Burhan, Direktur Eksekutif CSIS Phillip J Vermonte, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid, dan Deputi V BIN Mayjen TNI Afini Boer.
Meutya Hafid (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah pengamat di negeri China menilai kunjungan Perdana Menteri (MPM) Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai ancaman. Komisi I DPR RI mengatakan tak perlu ada kekhawatiran atas lawatan PM Jepang itu.

"Hal tersebut bukan pandangan China sebagai negara, bukan disampaikan oleh pemerintah China, namun sebagai pengamat, sah-sah saja penilaian pengamat," kata Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Meutya mengatakan tidak perlu ada yang dikhawatirkan dari pertemuan Indonesia dengan Jepang kemarin. Politikus Partai Golkar itu menjelaskan kedua negara telah lama berelasi dan melakukan kerja sama.

"Jepang dan Indonesia sudah kawan lama sejak dulu. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Ini di masa penuh tantangan seperti ini sudah sepatutnya negara-negara, baik secara multilateral maupun bilateral, mengintensifkan komunikasi dan kerja sama. Apalagi dengan kawan sendiri," jelas Meutya.

Lebih lanjut Komisi I DPR RI berharap kerja sama Indonesia dengan Jepang dapat mendorong kawasan Indo-Pasifik menjadi wilayah yang lebih stabil. Khususnya dalam kaitannya dengan penegakan hukum laut internasional.

"Selain kerja sama ekonomi, DPR juga harapkan kerja sama dengan Jepang dapat mendorong Indo-Pasifik menjadi kawasan yang lebih stabil misalnya kerja sama dalam penegakan hukum, termasuk hukum laut internasional," ujar Meutya.

Selanjutnya
Halaman
1 2