Round-Up

Djoko Tjandra Tidur, Hakim Pun Menegur

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 20:30 WIB
Djoko Tjandra.
Djoko Tjandra (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Bukannya menyimak eksepsi yang dibacakan oleh kuasa hukumnya, terdakwa kasus surat jalan palsu Joko Soegiarto alias Djoko Tjandra malah tertidur di meja hijau. Tak ayal, pria yang sempat jadi buron 11 tahun itu ditegur majelis hakim.

Peristiwa itu berawal saat sidang pembacaan eksepsi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/10). Eksepsi dari Djoko Tjandra dibacakan oleh kuasa hukum dalam persidangan.

Adapun Djoko Tjandra mengikuti persidangan secara virtual. Pembacaan eksepsi kemudian berlangsung. Setengah sejam sidang berjalan, tiba-tiba ketua majelis hakim Muhammad Sirat memberhentikan kuasa hukum Djoko Tjandra yang tengah membacakan eksepsi.

Muhammad Sirat lalu menegur Djoko Tjandra. Terlihat bahwa Djoko Tjandra tengah tertidur dalam posisi duduk dan menyandar dengan kepala ke arah samping.

"Saya ingatkan terdakwa untuk tidak tidur," kata Muhammad Sirat.

Mendengar suara teguran dari majelis hakim, Djoko Tjandra terjaga dari tidurnya. Pria yang akrab disapa Joker itu tampak menengok ke arah kamera.

Namun, tak lama berselang, Djoko kembali melanjutkan duduk pada posisi sebelumnya. Muhammad Sirat meminta Djoko Tjandra mendengarkan eksepsi yang dibacakan. Hal ini disebut karena Djoko Tjandra akan dimintai tanggapan terkait eksepsi tersebut.

"Dengarkan, karena nanti terdakwa akan dimintakan tanggapan terkait eksepsi di akhir sidang," tuturnya.

Pembacaan eksepsi kemudian dilanjutkan. Dalam eksepsinya, Djoko Tjandra meminta agar tidak dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dirinya.

"Menyatakan perkara pidana Nomor 1035/Pid.B/2020/PN.Jkt.Tim. atas nama terdakwa Joko Soegiarto Tjandra tidak dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar penasihat hukum Djoko Tjandra saat membacakan eksepsi dalam persidangan.

Penasihat hukum Djoko Tjandra juga meminta kliennya dibebaskan dari dakwaan jaksa. Selain itu, hakim diminta memerintahkan jaksa mengeluarkan Djoko Tjandra dari rumah tahanan.

"Membebaskan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dari seluruh dakwaan penuntut umum," tuturnya.

"Memulihkan hak terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dalam kedudukan, kemampuan dan harkat serta martabatnya seperti semula. Memerintahkan kepada penuntut umum untuk mengeluarkan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra dari rumah tahanan," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2