Polisi Akan Bantu Mediasi Pendemo 'Setahun Jokowi-Ma'ruf' dengan KSP

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 16:26 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana bersama Kabareskrim dan Pangdam Jaya meninjau lokasi demo. (Farih/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana meninjau lokasi aksi setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Nana mengatakan pihaknya akan menyampaikan keinginan mediasi pendemo ke Kantor Staf Presiden (KSP).

"Jadi begini, saat ini kan aturannya ada selama ini untuk aksi hanya di depan ini, sekitar Patung Kuda. Untuk mereka ingin bertemu dengan dari pihak Istana, ini sedang kami sampaikan akan kami mediasi dengan pihak KSP," kata Nana di lokasi, Selasa (20/10/2020).

Nana berharap unjuk rasa yang dilakukan hari ini berjalan damai. Pihaknya akan menyampaikan mediasi ke KPS.

"Ya, akan kami sampaikan, selaku aparat tentu kami akan menyampaikan dan tentunya kita pun berharap bahwa aksi ini dapat berjalan dengan damai. Yang penting kan aturannya sudah ada di Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 dalam hal penyampaian pendapat di muka umum bagaimana supaya pesan itu sampai. Kalau untuk mediasi, akan kami sampaikan ke pihak KSP," ujarnya.

Nana meninjau lokasi demo bersama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Sejauh ini, Nana menyebut aksi berjalan dengan tertib dan damai.

"Baik saya Kapolda bersama Kabareskrim dan Pangdam Jaya berada di Patung Kuda depan Istana. Sama-sama kita ketahui saat ini berlangsung aksi unjuk rasa dari beberapa kelompok. Ada dari mahasiswa khususnya dari BEM SI sekira 400 orang dan dari buruh bernama Gebrak sekira 1.750 orang," ujarnya.

"Adapun aksi hari ini isu diangkat satu tahun pemerintahan Presiden dan Wapres. Alhamdulillah bahwa sampai saat ini aksi unjuk rasa jalan tertib. Kami dari petugas, yakni TNI dan Polri, layani, kawal, dan amankan aksi unras ini," lanjut Nana.

Nana menyebut jumlah personel yang dikerahkan dalam aksi hari ini 10 ribu. Personel itu dibagi di beberapa titik.

"Jumlah perkuatan kami sekira 10 ribuan. Artinya, kami amankan di Istana, kemudian DPR RI, HI, sentra-sentra ekonomi. Dalam rangka antisipasi jangan sampai aksi didompleng atau ditumpangi kelompok antikemapanan. Ini tentu kami pun persiapkan cadangan sekira 5.000 sampai 6.000 dari TNI dan Polri," tuturnya.

(eva/fjp)