Mahasiswa Demo Besok, Kapolda Metro: Jangan Sampai Bawa Corona ke Rumah

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 21:57 WIB
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi orasi di kolong rel Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).
Ilustrasi demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Mahasiswa akan kembali berdemo menolak UU Cipta Kerja di Istana Merdeka, Selasa (20/10) besok. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengingatkan bahwa pandemi Corona masih tinggi.

Meski begitu, Nana tetap menghargai hak masyarakat untuk menyuarakan pendapat di muka umum. Namun, demi mengurangi kerumunan, pihaknya mengaku siap menjembatani perwakilan pendemo dengan para pembuat kebijakan.

"Penyampaian aspirasi tidak harus turun ke jalan. Kalau harus bertemu dengan siapa, kita mediasi cukup perwakilan (pendemo) saja karena ini sedang pandemi COVID-19. Kita berharap untuk para masyarakat yang turun demo memperhatikan hal ini. Jangan sampai karena demo lalu berkerumun, jangan sampai membawa COVID-19 di rumah kita," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/10/2020).

Meski begitu, Nana mengatakan pihaknya siap mengamankan unjuk rasa yang akan berlangsung besok. Namun Nana belum memastikan jumlah personel yang dilibatkan untuk demo besok.

"Kami belum bisa mematikan massa yang melakukan aksi besok, tapi kami sudah siap dan kami akan mengawal dan mengamankan aspirasi dari masyarakat tersebut," terang Nana.

Untuk diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal berdemonstrasi lagi menuntut pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja. Demo akan digelar pada Selasa (20/10) besok dengan perkiraan ribuan massa mahasiswa yang ikut turun ke jalan.

"Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," kata Koordinator Pusat BEM SI Remy Hastian Putra Muhammad Puhi lewat siaran pers tertulis, Senin (19/10/2020).

(mei/mei)