Golkar soal Survei Litbang Kompas: Pecut bagi Para Pembantu Presiden

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 15:15 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR dan Ketua DPP Golkar
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily (dok. DPR)
Jakarta -

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily angkat bicara mengenai survei Litbang Kompas yang mengungkapkan 52,5 persen masyarakat tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Ace menilai tidak mudah bagi pemerintah menjaga stabilitas dukungan politik di masa pandemi COVID-19.

"Tidak mudah bagi pemerintahan di negara manapun di tengah pandemi COVID-19, untuk mampu menjaga stabilitas dukungan politik dan pada saat bersamaan memastikan kepuasan atas kinerja ekonomi yang mengalami pelambatan dan bahkan di beberapa negara jatuh ke dalam resesi," kata Ace kepada wartawan pada Selasa (20/10/2020).

Menurut Ace, pemerintahan Jokowi masih dapat menjaga kepercayaan masyarakat. Dukungan yang diberikan dari partai politik (parpol) kepada Jokowi membuat pemerintahan saat ini dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam penanganan pandemi COVID-19.

"Pemerintahan Jokowi pada periode yang kedua masih tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Dukungan politik terhadap Pemerintahan Jokowi dari partai politik dan parlemen menjadikan pemerintahan Jokowi memiliki keleluasaan untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat dalam penanganan COVID-19 ini," ujar Ace.

Selain itu, Ace membandingkan survei hasil Litbang Kompas dengan hasil survei Indikator Politik. Ace menjelaskan, dalam survei Indikator Politik, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi masih mencapai 66 persen. Ia menilai Jokowi masih mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat.

"Misalnya hasil survei Indikator Politik Indonesia kemarin juga merilis bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi masih tetap tinggi, yaitu 66%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintahan Jokowi selama satu tahun ini masih mendapatkan kepercayaan tinggi dari rakyat," ungkapnya.

Ace pun mengatakan setiap hasil survei harus dilihat juga metodologi dan proses pemilihan sampelnya. Menurut Ace, hasil survei Litbang Kompas dapat semakin memicu kinerja dari para pembantu Jokowi.

"Setiap survei harus kita lihat juga metodologi, jumlah sampling dan lokus dari survei itu. Saya tidak mengatakan tidak sepakat. Saya meletakkan hasil survei Litbang Kompas ini sebagai bagian dari penilaian masyarakat agar dapat memecut kinerja para pembantu presiden sesuai dengan bidangnya," jelas Ace.

Diberitakan sebelumnya, Litbang Kompas merilis survei dengan hasil lebih banyak responden yang tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf. Survei Litbang Kompas dilakukan lewat telepon pada 14-16 Oktober 2020 terhadap 529 responden di 80 kota/kabupaten di 34 provinsi. Jumlah responden ditentukan secara proporsional dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,3 persen.

Responden ditanya 'Secara umum, puas atau tidakkah Anda dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin satu tahun terakhir ini?' Berikut ini hasilnya:
Sangat puas: 5,5%
Puas: 39,7%
Tidak puas: 46,3%
Sangat tidak puas: 6,2%
Tidak tahu: 2,3%

Bila dikelompokkan, berarti ada 45,2 persen responden yang puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf dan 52,5 persen tidak puas.

(hel/aud)