Ini Titik Rawan Bencana Longsor-Banjir di Kabupaten Bogor

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 12:46 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Yasin (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan daerah-daerah ini perlu mewaspadai ancaman bencana banjir dan tanah longsor dampak dari iklim La Nina di kabupaten Bogor. Terutama adalah wilayah Bogor Barat, Ade meminta masyarakat di daerah tersebut berhati-hati.

"Ini yang pertama Bogor Barat yang paling rawan, Bogor Selatan sudah mulai karena kondisi alam curah hujan semakin tinggi, di wilayah timur, selatan, dan barat merupakan perhatian," kata Ade dalam talk show yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Selasa (20/10/2020).

Sementara wilayah Bogor bagian utara dianggap masih aman dari ancaman banjir dan tanah longsor karena berkontur datar. Ade mengatakan kondisi kontur tanah di Kabupaten Bogor lebih banyak berbukit sehingga berisiko terjadi longsor. Maka, untuk mengantisipasinya, pemerintah akan melakukan penyisiran daerah-daerah rawan.

"Pertama yang kami lakukan mitigasi bencana ini penting. Karena dengan kontur Kabupaten Bogor tanahnya yang berbukit-bukit dan setiap wilayah berbeda-beda konturnya ada yang rapuh ada yang kuat. Kita sisir dulu yang rapuh," kata Ade.

Ia menyebut jangan sampai terulang kembali seperti kejadian di awal tahun 2020 bencana banjir dan longsor di Bogor yang mengakibatkan korban jiwa. Ade meminta selain pemerintah daerah, masyarakat juga turun tangan mengantisipasi bencana dan tidak melakukan kegiatan pengalih fungsi hutan.

"Jadi ada beberapa pencinta alam, keterlibatan masyarakat, dan juga penyuluhan kepada masyarakat supaya tidak mudah menebang pohon, dan juga jangan terlalu mudah juga mengalih fungsikan hutan menjadi kebun ataupun menjadi ladang. Tapi kalau ini pun ini merusak sebisa mungkin diwaspadai," ucapnya.

"Jadi Kita butuh melalui turun tangan melalui kepala desa, RT, RW memberikan pemahaman kepada masyarakat bahayanya itu tidak hanya buat mereka. Apalagi masyarakat yang berada di dataran paling bawah juga," pungkasnya.

Lebih lanjut, Ade meminta masyarakat juga menjaga dan memelihara sungai di sepanjang Bogor hingga DKI Jakarta. Sebab, saat musim hujan, sering kali terjadi banjir, Ade telah memerintahkan jajarannya untuk mengawal dan mengawasi masyarakat atau perusahaan yang membuang limbah ke sungai

"Ini harus dikawal dari mulai penanganan di lapangan sampai ke penanganan hukum. Supaya penanganan ini menjadi komperhensif dan akhirnya orang takut untuk melakukan itu," imbuhnya.

(yld/imk)