Round-Up

Duduk Perkara Siswa SMK Nikahi 2 Remaja Lebih Dulu Berbadan Dua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 05:00 WIB
Pemkab Lombok Barat melakukan pertemuan soal siswa SMK menikahi dua wanita yang juga masih remaja.
Foto: Pemkab Lombok Barat melakukan pertemuan soal siswa SMK menikahi dua wanita yang juga masih remaja. (Dok DP2KBP3A Pemkab Lombok Barat)

Erni mengatakan pihaknya telah memanggil dan meminta keterangan kepada kedua mempelai serta orang tua dan kepala dusun terkait. Rapat koordinasi yang akan digelar itu bertujuan menekan angka pernikahan usia anak serta memberikan pemahaman hukuman dan sanksi bagi siapa saja yang membiarkan kasus serupa terjadi.

"Tapi minimal ini peringatan bagi seluruh aparat baik kepala dusun, aparat desa untuk ke depannya tidak membiarkan, apalagi memfasilitasi, pernikahan usia anak karena ada hukuman yang sudah menunggu," tegasnya.

Sementara itu, Polres Lombok Barat sampai saat ini belum menerima laporan terkait heboh siswa SMK yang menikahi dua ABG itu. Kendati demikian, polisi tetap turun tangan untuk menyelidiki ada atau tidaknya pihak yang dirugikan.

"Untuk sementara belum ada laporan resmi yang masuk ke kita mengenai pernikahan 2 anak sekaligus ini. Tapi kita tetap turun untuk memastikan apakah ada yang dirugikan," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhaffiq Shiddiq kepada detikcom, Senin (19/10).

Dhaffiq juga mengatakan sejumlah pihak telah membuat kesepakatan terkait 2 ABG yang dinikahi oleh siswa SMK tersebut. Si suami akan melanjutkan sekolahnya, sedangkan istri kedua akan melanjutkan sekolah setelah melahirkan.

"Suami akan tetap melanjutkan sekolahnya sedangkan istri ke-2 akan melanjutkan sekolah pasca melahirkan dengan dikawal ketat UPT PPA Kabupaten Lobar," jelas Dhaffiq.

Halaman

(knv/azr)