Sempat Absen, Soenarko Kembali Dipanggil Bareskrim Besok

Tiara Aliya - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 17:07 WIB
Eks Danjen Kopassus yang menjadi tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn) Soenarko merapat ke kediaman Prabowo Subianto di Kertangera, Jakarta, Kamis (27/6). Ia datang di sela acara nonton bareng (nobar) sidang putusan sengketa Pilpres 2019.
Soenarko (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Bareskrim Polri menjadwalkan ulang pemanggilan mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal pada Mei 2019. Soenarko sebelumnya sempat berhalangan hadir karena harus menjalani pemeriksaan medis.

"Agendanya besok (Selasa), saya sudah tanya penyidik. Kita tunggu saya ya. Seperti biasa, penyidik bisanya antara jam 9 ya. Kita lihat saja jam berapa normatifnya begitu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim Mabes Polri, Senin (19/10/2020).

Soenarko sedianya diperiksa penyidik Bareskrim pada Jumat (16/10) lalu. Namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan.

"Bahwa dalam pertemuan tersebut, kami juga menyampaikan perihal kondisi kesehatan klien kami, saat ini beliau sedang melaksanakan medical check up disalah satu rumah sakit swasta di Jakarta, ya maklum karena usia beliau sudah 67 tahun," kata kuasa hukum Soenarko, Fery Firman Nur Wahyu, melalui keterangan tertulis.

Disisi lain, Bareskrim Polri menjelaskan alasan pemanggilan kembali Soenarko sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal pada Mei 2019. Polisi mengatakan pemanggilan tersebut dalam rangka kepastian hukum.

"Terkait itu, seperti kemarin disampaikan Dirtipidum (pemanggilan) untuk kepastian hukum," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

Awi menuturkan Soenarko selama ini sudah berstatus tersangka. Awi menyampaikan pemeriksaan terhadap tersangka belum tuntas sehingga penyidik kembali memanggil Soenarko.

Kasus yang menjerat Soenarko terjadi pada bulan Mei 2019, di mana senpi ilegal diduga akan diselundupkan ke kerusuhan 22 Mei 2019 meski telah dibantah pihak terkait.

Setelah ditahan di Rutan Guntur sejak 20 Mei 2019, Soenarko kemudian bebas dari rutan pada Jumat (21/6/2019). Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan ingin penahanan eks Danjen Kopassus itu ditangguhkan.

"Saya tadi, saya baru saja ya, sebelum saya ke sini, saya telepon kepada Danpom TNI Mayor Jenderal Dedy untuk berkoordinasi dengan Kababinkum TNI untuk menyampaikan kepada penyidiknya, Pak Soenarko, untuk minta supaya untuk penangguhan penahanan," kata Marsekal Hadi di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).

Malam harinya, Marsekal Hadi Tjahjanto meneken surat permintaan penangguhan penahanan. Surat itu ditujukan langsung kepada Kapolri yang saat itu dijabat Tito Karnavian.

Selain meneken surat permintaan penangguhan penahanan, Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi penjamin atas bebasnya Soenarko.

(knv/knv)