Tim penyelamat di Nepal telah menemukan jenazah lima pendaki gunung yang tewas dalam longsor salju tahun 2025 lalu di dekat perbatasan China.
"Lima jenazah, tiga warga asing dan dua warga Nepal, yang hilang sejak November lalu, telah ditemukan," kata Biswash Karki, kepala wilayah pedesaan Gaurishankar, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (8/8/2026).
Pejabat pemerintah setempat itu mengatakan bahwa ketiga warga asing tersebut adalah seorang warga Italia-Kanada, seorang warga Jerman, dan seorang warga Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Longsor salju menghantam para pendaki tersebut di lereng bawah puncak Yalung Ri setinggi 5.630 meter (18.471 kaki), dekat perbatasan Nepal dengan Tibet.
Karki mengatakan, warga setempat dan tim penyelamat menemukan jasad-jasad tersebut pada hari Kamis (6/8) lalu. Dia menambahkan bahwa pihak berwenang setempat sedang berupaya untuk mengevakuasi jenazah tersebut.
"Sejak mereka hilang, kami telah mengerahkan tentara, polisi, dan tim penyelamat setempat untuk mencari mereka, tetapi salju tebal telah menutupi jenazah mereka," kata pejabat lokal itu.
Petugas polisi senior setempat, Manoj Kumar Lama, mengatakan bahwa sebuah helikopter penyelamat dikirim ke daerah tersebut pada hari Jumat (7/8), tetapi "karena cuaca buruk, tim kami belum dapat mencapai lokasi".
"Tim penyelamat kami akan mengevakuasi jenazah tersebut setelah cuaca membaik," katanya kepada AFP.
Nepal, yang memiliki delapan dari 10 puncak tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest, menerima kedatangan banyak pendaki dan pejalan kaki setiap tahunnya.
Menurut Basis Data Himalaya, arsip ekspedisi, lebih dari 1.000 orang telah meninggal di puncak-puncak gunung sejak tahun 1950, dengan longsoran salju menewaskan hampir sepertiga dari mereka.










































