Melihat Lebih Dekat Rumah Kontrakan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 16:16 WIB
Rumah kontrakan Nurul Ghufron, pimpinan KPK (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
Foto: Rumah kontrakan Nurul Ghufron, pimpinan KPK (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).
Jakarta -

Nurul Ghufron menjadi yang pertama dari lima jajaran Pimpinan KPK yang angkat suara mengenai polemik anggaran mobil dinas jabatan. Dia bahkan meminta publik mampir langsung ke kediamannya.

Ghufron menyewa salah satu rumah di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Rumah kontrakan itu berlantai dua dan didominasi cat oranye.

Saat detikcom mampir ke rumah yang berpagar hitam itu, ada 2 motor yang terparkir. Ada pula carport yang muat untuk 1 mobil.

Halaman rumah tak terlihat luas, hanya diisi dua bangku besi beserta satu meja. Terlihat beberapa tanaman di depannya. Begitu masuk ke dalam rumah, terlihat ruang tamu dengan 3 kursi kayu berwarna hijau dan satu meja.

Lemari hias tampak menjadi pemisah antara ruang tamu dan ruang keluarga. Sementara itu, di ruang keluarga terdapat sofa dengan TV LED.

Rumah kontrakan Nurul Ghufron, pimpinan KPK (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).Rumah kontrakan Nurul Ghufron, pimpinan KPK (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Ruang keluarga pun dilengkapi akuarium memanjang yang dihiasi ikan-ikan kecil. Lalu ada ruang makan di balik akuarium itu. Menu makanan yang dimasak istri Ghufron hari ini adalah sayur lodeh dan tempe mendoan.

Aisyah, istri Ghufron, bercerita awalnya tinggal berpisah dari suaminya. Sebab, sebelum Ghufron menjadi pimpinan KPK, ia bekerja di Jember, Jawa Timur, sebagai dosen.

"Sebelumnya bapak sendirian di sini. Saya bolak-balik, bapak bolak-balik. Sejak bapak di sini, sejak pelantikan itu Desember apa November ya, karena saya kerja di sana jadi bolak-balik," ujar Aisyah.

Rumah kontrakan Nurul Ghufron, pimpinan KPK (Wilda Hayatun Nufus/detikcom).Rumah kontrakan Nurul Ghufron, pimpinan KPK (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Aisyah sendiri juga merupakan seorang dosen. Sejak pandemi virus Corona, Aisyah pun menyusul Ghufron ke Jakarta karena kegiatan perkuliahan dilakukan secara online.

"Rumah kontrakan karena kami aktivitas kan di Jember jadi nggak di sini memang, bukan orang sini, pendatang ya, jadi sewa, sewanya sengaja nyari rumah yang ada barangnya itu aja praktis pertimbangannya karena ya itu tadi sama-sama pendatang," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron angkat bicara terkait polemik pembelian mobil dinas yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Kali ini, Ghufron mempersilakan publik menilai sendiri.

"Saya berterima kasih atas perhatian ICW, sebagai subjek yang dinilai saya mempersilakan publik untuk menilainya. Saya tidak akan menerima, pun tidak akan menolak," kata Ghufron mengawali pernyataannya, Senin (19/10).

Ghufron meminta pihak yang menganggap pimpinan KPK hedonistik mengecek rumahnya. Setelah itu, barulah Ghufron akan menerima semua penilaian publik terhadapnya.

"Silakan saja ke rumah saya untuk melihat rumah kontrakan saya, lihat makanan saya, lihat kendaraan, pakaian, dan semua yang ada. Setelah itu, saya akan menerima apa pun penilaiannya," ujar Ghufron.

Dia menilai mobil dinas merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh negara sebagai pejabat publik. Namun, kata dia, selama ini fasilitas mobil dinas untuk pejabat struktural KPK memang belum ada.

"Tentang mobil dinas, KPK sebagai aparatur negara difasilitasi menurut peraturan, salah satunya adalah transportasi. Namun, karena belum ada fasilitas tersebut diganti dengan tunjangan transpor, sehingga selama ini pimpinan KPK menggunakan mobil pribadi untuk kegiatan dinasnya," katanya.

KPK soal Mobil Dinas Pimpinan: Tunjangan Transportasi Akan Dihapus:

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/gbr)