MPR Dorong Manfaatkan Momen Akhir Tahun untuk Keluar dari Krisis

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 19:29 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat menyebut akhir tahun menjadi penentu RI bisa keluar dari krisis ekonomi dan kesehatan akibat COVID-19 atau tidak. Menurutnya, kolaborasi masyarakat dan Pemerintah bisa jadi modal keluar dari krisis.

"Di bulan-bulan terakhir tahun ini adalah titik krusial yang bisa menentukan apakah kita bisa keluar dari resesi ekonomi dan krisis kesehatan akibat COVID-19," kata Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020).

Rerie menyebut ada sejumlah momentum yang bisa dimanfaatkan untuk bergerak menuju perbaikan di sektor ekonomi dan kesehatan. Salah satunya ialah kepastian pengaplikasian vaksin COVID-19 pada awal atau pertengahan 2021.

Selain itu berdasarkan data BPS, kontraksi pertumbuhan ekspor yang negatif semakin menipis, bahkan kurang dari 1% hingga September 2020 dan ekonomi kuartal IV 2020 akan membaik. Impor bahan baku dan barang modal pada September juga naik secara bulanan masing-masing 7,23% dan 19,01%.

Kondisi ini menurut Rerie memberi gambaran industri pengolahan mulai bergeliat pada bulan terakhir kuartal III 2020 dan diharapkan bisa berlanjut pada kuartal akhir tahun ini.

"Berdasarkan kondisi itu Pemerintah diminta bisa memanfaatkan momentum yang ada dengan sebaik-baiknya lewat sejumlah kebijakan yang memperlancar orang untuk menjalankan usaha. Upaya tersebut diharapkan bisa membuka jalan keluar dari krisis sektor kesehatan dan ekonomi," papar Rerie.

Rerie menegaskan upaya Pemerintah harus didukung oleh masyarakat dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, memakai sabun, atau hand sanitizer.

"Kunci untuk menjaga bahkan meningkatkan aktivitas ekonomi adalah jangan sampai pasien positif virus Corona melonjak. Sebab kalau sampai ada kenaikan kasus yang signifikan, pemerintah tentu bakal mempertimbangkan untuk kembali mengetatkan PSBB yang juga membatasi gerak ekonomi," pungkas Rerie.

(akn/ega)