Habib Rizieq Hendak 'Tsaurah' di RI Jadi Polemik, FPI Jelaskan Maksud

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 05:49 WIB
Ketua PA 212 Slamet Maarif
Ketua DPP FPI, Slamet Maarif (Foto: Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Front Pembela Islam (FPI) diingatkan soal konsekuensi hukum jika diksi 'tsaurah' yang dipakai terkait kepulangan Habib Rizieq berarti soal kudeta. FPI menyampaikan 'tsaurah' yang dimaksud adalah revolusi akhlak. Lalu bagaimana penjelasannya?

Ketua DPP FPI, Slamet Maarif, mengatakan dalam literatur Arab, diksi 'tsaurah' itu bermakna revolusi bukan kudeta. Menurutnya, mereka yang mengaitkan kepulangan Habib Rizieq Syihab (HRS) dengan persoalan hukum disebut telah gagal paham.

"Nah keliatan lagi dah satu variabel yang akan menghalangi kepulangan IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Syihab) dengan mengaitkan ke persoalan hukum (kudeta). Mereka nggak bisa bedain revolusi dengan kudeta dalam literatur Arab. Padahal 'tsauroh'=revolusi, 'inqilaab'=kudeta," kata Slamet, kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

"Jelas-jelas pakai bahasa 'tsaurah' masih dibilang kudeta. Gagal faham tuh mereka," imbuhnya.

Menurut Slamet, 'tsaurah' versi FPI adalah revolusi akhlak yang berarti perubahan cepat dan menyeluruh terhadap pejabat dan rakyat Indonesia berdasar ke akhlak Rasulullah SAW. Tentunya, kata dia, perubahan itu akan dilakukan dengan cara konstitusional dan tidak melanggar HAM.

"Kita ingin ada perubahan cepat dan menyeluruh untuk pejabat dan rakyat Indonesia berdasar akhlak Rasulullah seperti merubah dari perilaku bohong jadi jujur, dari khianat menjadi amanah, dari dibodohi dan dibohongi menjadi perilaku cerdas. Tentunya perubahan itu dilakukan dalam konstitusi dan tidak melanggar HAM," ujar dia.

Tonton juga 'Dubes Agus Vs FPI, PKB: Dia Justru Senang Kalau Habib Rizieq Pulang':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2