374 Orang Diduga Penyusup Demo di DPRD Kalsel Ternyata Berstatus Pelajar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 16:58 WIB
Polda Kalsel amankan 374 orang diduga penyusup demo Omnibus Law di DPRD Kalsel. Setelah didata, mereka dipulangkan. (dok. Istimewa)
Polda Kalsel mengamankan 374 orang diduga penyusup demo omnibus law di DPRD Kalsel. Setelah didata, mereka dipulangkan. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polda Kalsel mengamankan 374 orang yang menyelinap masuk ke barisan massa penolak omnibus law UU Cipta Kerja di DPRD Kalsel pada Kamis (15/10). Terungkap, ternyata ratusan orang tersebut merupakan remaja yang masih berstatus pelajar.

"Diamankannya ratusan orang ini untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan saat berlangsungnya aksi demo Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja kemarin," ucap Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2020).

Nico mengatakan ratusan demonstran tanpa identitas ini diduga menjadi penyusup pada saat demo penolakan UU Cipta Kerja. Akibatnya, kerusuhan saat demo pun tak dapat dihindari.

Para remaja menjalani rapid test COVID-19 dan hasilnya ditemukan 5 remaja, terdiri dari 4 pria dan 1 wanita, yang reaktif Corona. Mereka lalu dites swab di RS Bhayangkara Polda Kalsel. Polisi juga mengamankan 1 orang yang membawa senjata tajam.

Mereka yang diamankan berusia 13-23 tahun. Setelah didata, mereka lalu dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Namun, sebelum dibawa pulang, mereka harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Polda Kalsel amankan 374 orang diduga penyusup demo Omnibus Law di DPRD Kalsel. Setelah didata, mereka dipulangkan. (dok. Istimewa)Ada lima orang yang reaktif Corona dan satu orang yang ditahan karena membawa sajam. (Foto: dok. Istimewa)

Pihak Polda Kalsel juga sempat berdialog dengan mahasiswa. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya unjuk rasa berujung keributan. Nico mengatakan mahasiswa pun membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, massa yang diamankan karena terlibat keributan akan dipanggil orang tuanya dan diberitahukan kepada gurunya untuk diberi pembinaan lebih baik. Nico berharap Banjarmasin, dan Kalsel secara umum, tetap kondusif dan demokrasi berjalan baik. Dia berharap generasi muda mengerti hak dan kewajibannya sehingga masyarakat pun tidak terganggu.

"Mari kita jaga bersama-sama, banua yang kita cintai ini dengan mematuhi peraturan dan menjalankan demokrasi dengan baik, anak-anak sekolah dengan baik serta orang tua mengerti dan mengasihi anak-anak dengan baik," tutur Nico.

Acara ini turut dihadiri Wakapolda Kalsel Brigjen Mohamad Agung Budijono, Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Sugeng Riyadi, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifa'i, dan Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Dudy Iskandar.

(jbr/hri)