ASN di Banjarbaru Ditangkap Gegara Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law

M Risanta - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 06:32 WIB
Ilustrasi garis polisi
Foto: Ilustrasi garis polisi (Ari Saputra/detikcom).
Banjarmasin -

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Banjarbaru diamankan Resmob Polres Banjarbaru gara-gara postingan menuduh polisi. Mantan lurah yang kini bertugas di salah satu SKPD Pemko Banjarbaru itu diamankan usai mengunggah status yang menuduh polisi provokator demonstrasi UU Cipta Kerja di Banjarmasin.

FH (46), inisial ASN itu, menuliskan kabar hoaks melalui status via WhatsApp, Kamis (15/10/2020) pagi. Dalam postingannya, pria berkepala plontos ini menuliskan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung di Banjarmasin, akan rusuh jika dikawal oleh pihak kepolisian. Bahkan, dalam postingan itu, FH juga menyebut aksi massa demonstrasi akan disusupi intel kepolisian yang membuat terjadinya kerusuhan. FH kemudian diamankan siang harinya. Begini tulisan FH:

Demo hari ini di bjm akan damai ketika dikawal TNI namun sebaliknya jika POLRI maka akan rusuh kpd adek2ku dan kwn2 sekalian yg demo ht ht penyusup dr intel berpakaian almamater krn td tmpk terlihat dr polda ada bbrp intel yg membawa almamater patut d duga ini provokasi yg dilakukan oleh mereka utk rusuh.

Gegara postingannya tersebut, FH harus berurusan dengan pihak kepolisian. Tim Resmob Polres Banjarbaru dipimpin Kanit Resmob, IPTU M Alhamidie langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya mengamankan FH di kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru

Penangkapan FH sendiri dibenarkan Kasubbag Humas Polres Banjarbaru, Iptu Tajuddin Noor kepada awak media, Kamis (15/10) sore.

"Yang bersangkutan saat ini ditangkap dan proses hukum di Polres Banjarbaru. Karena Kasus ujaran kebencian (Hate spech) terhadap Polri dan masih menjalani pemeriksaan intensif," kata Tajuddin.

FH diduga menyiarkan berita atau pemberitaan bohong, dengan sengaja menerbitkan atau dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Tajuddin menyebut tuduhan FH kepada polisi bersifat serius.

"Bahwa terhadap postingan status tersebut, dapat mengakibatkan kegaduhan dan merupakan tuduhan secara serius terhadap instansi Polri, khususnya Polda Kalsel yang menyatakan bahwa Polri adalah sebagai provokator. Selanjutnya berdasarkan hal tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Banjarbaru untuk diproses lebih lanjut secara hukum," pungkasnya.

(gbr/gbr)