NasDem Minta Irjen Napoleon Ungkap Otak-Eksekutor Pelarian Djoko Tjandra

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 08:25 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni diperiksa KPK. Ia diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek di Bakamla.
Ahmad Sahroni (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi III Fraksi NasDem berharap upaya Irjen Napoleon buka-bukaan terkait kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra bukan sebatas gertakan. Irjen Napoleon diminta mengungkap seluruh otak hingga eksekutor terkait kasusnya tersebut.

"Kalau memang masih ada yang belum diungkap mengenai kasus Djoko Tjandra ini, ya silakan dibuka faktanya sejelas-jelasnya," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni saat dihubungi, Jumat (16/10/2020).

Sahroni memastikan semua akan mendukung Irjen Napoleon jika ingin membuka kebenaran terkait kasus yang menimpanya. Dia juga berharap ini tidak sebatas gertakan tanpa fakta.

"Semua akan support siapa pun yang berani membuka kebenaran. Tapi jangan gertak-gertak saja nggak ada faktanya," ucapnya.

Sahroni pun meminta agar perkara Djoko Tjandra ini diungkap mulai otak hingga ke eksekutor paling bawah. Menurutnya, jangan sampai kejadian serupa terulang kembali.

"Perkara Djoko Tjandra ini memang selayaknya diungkap, mulai otak sampai eksekutor-eksekutor yang paling bawah, agar praktik-praktik seperti ini tidak terulang," ujarnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah selesai melakukan proses administrasi alat bukti dari para tersangka dalam perkara dugaan penghapusan red notice Djoko Tjandra. Para tersangka siap disidangkan.

Salah satu tersangka, Irjen Napoleon Bonaparte, sempat menanggapi pertanyaan awak media yang mencecarnya terkait kesiapan menjalani sidang. Napoleon menyebut akan ada waktu untuk membuka semua perkara ini.

"Ada waktunya, ada tanggal mainnya, kita buka semuanya nanti," kata Napoleon kepada wartawan.

Namun Napoleon tidak menyebutkan maksud pernyataannya itu. Dia langsung masuk ke mobil tahanan.

Simak video 'Perkara Irjen Napoleon-Brigjen Prasetijo Segera Disidangkan':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/aud)