Komisi VIII Setuju dengan Wapres soal Vaksin COVID: Fatwa dari MUI Penting

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 19:17 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily (Foto: dok. DPR)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin bicara soal pentingnya status kehalalan vaksin virus Corona (COVID-19). Komisi VIII DPR RI menilai soal status kehalalan vaksin Corona cukup penting dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Awalnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily yakin bahwa setiap penyakit ada obatnya. Hal itu berdasarkan ajaran agama Islam.

"Kita harus percaya bahwa dalam prinsip agama Islam itu, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, setiap penyakit itu ada obatnya (kullu daain dawaa'un), setiap penyakit itu ada obatnya," kata Ace kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Menurut Ace, keselamatan jiwa dalam kondisi apa pun sangat penting. Seperti halnya dalam kondisi darurat pandemi Corona, vaksin penting untuk menyelamatkan jiwa manusia.

"Ajaran Islam juga mengajarkan agar kita mengutamakan keselamatan jiwa dalam kondisi apapun, sehingga dalam situasi darurat kita dapat mengonsumsi sesuatu yang dapat menyelamatkan jiwa kita," ucapnya.

Bila vaksin Corona nantinya sudah ditemukan dan dapat disuntikkan ke manusia, Ace menilai vaksin itu harus segera digunakan. Pastinya, vaksin Corona itu harus melalui proses uji klinis yang rinci.

"Nah, jika nanti vaksin telah ditemukan dan digunakan sebagai satu-satunya instrumen untuk mencegah penularan COVID-19, tentu hal itu seharusnya dapat segera dikonsumsi masyarakat. Tentu soal vaksin ini harus betul-betul telah melalui proses uji klinis dan sesuai dengan prinsip-prinsip kedokteran," ujarnya.

Oleh sebab itu, fatwa MUI soal status kehalalan vaksin Corona menurut Ace menjadi penting. Status halal, kata Ace, agar masyarakat merasa aman dengan penggunaan vaksin tersebut.

"Nah, soal keharusannya adanya fatwa MUI ini, tentu penting juga untuk menjustifikasi secara syari tentang kehalalan vaksin tersebut. Hal ini akan memberikan rasa aman bagi masyarakat muslim dalam menggunakan vaksin tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, Wapres KH Ma'ruf Amin menekankan poin penting mengenai vaksin COVID-19 dan status kehalalannya. Ma'ruf mengatakan, jika vaksin COVID-19 tidak halal, bisa digunakan karena kondisi kedaruratan.

"Artinya kalau soal kehalalan itu, apabila itu halal, itu kan memang tidak menjadi masalah. Tetapi harus ada sertifikatnya oleh lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini Majelis Ulama," ujar Ma'ruf dalam dialog dengan Satgas Penanganan COVID-19 di YouTube Setpres, Jumat (16/10).

Tonton video 'Roadmap Imunisasi Corona Belum Matang Saat Program Vaksin Dikebut':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/azr)