Round-Up

Deretan Peran Tersangka Picu Ricuh Demo UU Cipta Kerja

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 05:46 WIB
Bareskrim Polri memamerkan anggota dan petinggi KAMI yang menjadi tersangka terkait demo ricuh. Polri mengungkapkan ada 9 orang ditetapkan menjadi tersangka.
Tersangka ricuh demo tolak omnibus law (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menetapkan 9 tersangka penghasutan terkait demo tolak omnibus law pada 8 Oktober lalu. Kesembilan tersangka memiliki peran masing-masing dalam memicu ricuhnya demo yang digelar serempak di sejumlah daerah itu.

Sembilan tersangka yang ditetapkan yakni Khairi Amri (KA), Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH) dan Anton Permana (AP). Kemudian, Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP), Kingkin Anida (KA) dan Deddy Wahyudi (DW).

Khairi Amri merupakan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan. Dia ditangkap di Medan bersama 3 tersangka lainnya, yakni Juliana, Novita Zahara S, Wahyu Rasasi Putri yang juga merupakan aktivis.

Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana merupakan petinggi KAMI. Ketiganya ditangkap di Jakarta bersama Kingkin Anida yang merupakan mantan caleg PKS. Sementara, Deddy Wahyudi yang merupakan admin akun @podoradong.

"Ini 9 tersangka yang berkaitan dengan kegiatan penyebaran dengan pola hoax mengakibatkan anarkisme, vandalisme, sehingga membuat petugas luka kemudian barang-barang dinas rusak, gedung, fasilitas umum yang semuannya membuat kepentingan umum terganggu di sana," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Berikut peran masing-masing tersangka:

1. Khairi Amri (KA)

Khairi Amri yang merupakan Ketua KAMI Medan berperan sebagai admin WhatsApp group (WAG) KAMI Medan. Dalam WAG itu, Khairi disebut menyampaikan ujaran kebencian terhadap DPR RI.

"Disampaikan di sini adalah, pertama dimasukkan di WAG ini, ada foto Kantor DPR RI, foto kantor DPR RI dimasukkan di WAG itu, kemudian isinya apa tulisannya? 'Dijamin komplit, kantor sarang maling, dan setan,' di situ ada tulisannya," kata Argo.

Selain itu, Khairi juga menghasut anggota grup untuk berbuat rusuh. Dia juga disebut memotivasi agar anggota grup WA tersebut tidak takut untuk membuat rusuh saat demo tolak omnibus law.

"Kemudian, dari pengiriman tersangka KA ini, ada tulisannya, mengumpulkan saksi untuk melempari DPR, dan melempari polisi, itu ada. Ada batunya lah, ini barang buktinya. Ada tulisannya, kalian jangan takut, jangan mundur, ada di WAG, ini kami jadikan sebagai barang bukti," ungkapnya.