Cerita di Balik Suksesnya Kabupaten Sitaro Raih Zero COVID-19

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 16:05 WIB
Kabupaten Sitaro raih Zero COVID-19
Foto: covid19.go.id
Jakarta -

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) merupakan salah satu kabupaten yang sukses menuai prestasi sebagai daerah dengan 'Zero COVID-19' dari Maret hingga Mei 2020. Penegakan protokol kesehatan dengan melibatkan komponen masyarakat, pemuka adat, dan tokoh agama menjadi kunci Kabupaten Kepulauan Sitaro berhasil menekan COVID-19.

Atas prestasi tersebut, belum lama ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Kepulauan Sitaro yang diterima oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen.

Evangelian yang akrab disapa Eva ini mengatakan sebelum Pemerintah mengumumkan secara resmi COVID-19, dirinya telah menginformasikan pada seluruh warga di sana untuk memperketat pengawasan di 10 pintu masuk pulau.

"Di setiap pintu ada pemeriksaan ketat. Awal-awal kami tidak menggunakan pelindung karena belum ada APD. Kami gunakan jas hujan sebagai pengganti," ujar Eva seperti dilansir dari situs covid19.go.id, Kamis (15/10/2020).

Eva menjelaskan kasus COVID-19 sempat muncul di akhir Mei dan Juni dari satu klaster pasar. Pada saat itu, dirinya memutuskan untuk menutup pasar dan dilakukan sterilisasi. Pasien positif langsung di-tracing sampai satu kelurahan. Begitu hasilnya reaktif, mereka langsung ditampung di rumah singgah.

Selain itu, Eva juga mengatakan pihaknya membentuk tim gugus tugas dari tingkat kecamatan, kelurahan, desa, samai kampung untuk memantau seluruh tamu yang masuk secara ketat dan dipantau sebelum beraktivitas di wilayahnya.

"Kami bangun rumah singgah di kabupaten, kecamatan, hingga desa semua ada. Setiap orang masuk harus diisolasi 2 minggu sebelum ke tempat tujuan," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh adat Kabupaten Kepulauan Sitaro, Erland Jaya Salindeho mengatakan kerja sama masyarakat, budaya, dan pemerintah daerah sangat maksimal. Namun ada tantangan yang dihadapi, yaitu sumber daya manusia di kampung-kampung terpencil. Meski demikian hal itu bisa diatasi dengan membentuk lembaga adat.

Pembentukan lembaga adat itu memberi hasil positif untuk mengedukasi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan penanganan bencana alam. Tentunya langkah antisipasi COVID-19 seperti yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sitaro bisa ditiru oleh kabupaten/kota atau daerah lainnya di Indonesia.

Selain itu, langkah antisipatif juga harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk menerapkan 3M seperti kampanye #IngatPesanIbu yang dilakukan oleh Satgas COVID-19 dengan melakukan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

(akn/ega)