1 Penadah Motor Curian Milik Tukang Bubur Tangerang Seorang Ketua RT!

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 14:09 WIB
Para tersangka pencurian motor modus bisnis katering yang tipu tukang bubur
Para tersangka pencurian motor modus bisnis katering yang menipu tukang bubur. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Kota Tangerang -

Polisi menangkap 10 pelaku yang terdiri atas 1 pelaku utama dan 9 orang penadah terkait pencurian motor milik tukang bubur di Tangerang. Salah satu penadah berinisial NI (39) diketahui merupakan seorang ketua rukun tetangga (RT).

"Betul (ketua RT) di Pandeglang, Banten," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho dalam jumpa pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (15/10/2020).

Alex menjelaskan tersangka NI membeli motor tersebut dari tersangka ER (42), seorang sopir angkot dengan perantara J (40), FA (38), dan S (38). Tersangka NI membeli motor tersebut seharga Rp 12 juta.

"Motor posisi terakhir ada pada tersangka NI ini," kata Alex.

Sementara itu, tersangka ER membeli motor tersebut seharga Rp 10 juta dari tersangka HR (42). Tersangka HR membeli motor tersebut seharga Rp 8,5 juta dari tersangka utama D dan perantara S (37).

"IS mendapatkan bagian Rp 1,2 juta dari hasil menjadi perantara D kepada HR," katanya.

Sedangkan tersangka J, FA, dan S mendapatkan uang Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu dari hasil menjadi perantara itu.

"Semuanya sadar dan tahu (bahwa motor tersebut hasil kejahatan). Masa NMax 2020 hanya dijual Rp 8,5 juta? Masa cuma jual STNK dan motornya saja?" tutur Alex.

Kasus ini bermula ketika korban bertemu dengan tersangka D, yang menawarkan bisnis katering 500 porsi bubur. Pelaku kemudian mengajak korban ke Bandara Soekarno-Hatta dengan alasan hendak memperlihatkan tempat pengorder.

Setiba, di Bandara Soekarno-Hatta, pelaku kemudian meminjam motor berikut STNK korban dengan alasan sebagai pass bandara. Setelah dua jam ditunggu, pelaku tidak kunjung datang dan nomor ponselnya tidak bisa dihubungi. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

(mea/mea)