Dibawa Kabur Penipu, Motor Tukang Bubur di Tangerang 4 Kali Pindah Tangan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 13:39 WIB
Polresta Bandara Soekarno-Hatta tangkap penipu yang bawa kabur motor tukang bubur.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap penipu yang membawa kabur motor tukang bubur. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Tangerang -

Polisi menangkap komplotan pencuri dan penadah motor milik Rasidi (34), pedagang bubur di Tangerang. Diketahui, motor tersebut sudah 4 kali pindah tangan sejak dibawa kabur pelaku dengan modus menawarkan bisnis katering.

"Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pelaku menjual motor tersebut di Pandeglang, Banten, sekitar 8 jam dari Bandara Soekarno-Hatta menuju tempat penjualan yang dilarikan pelaku. Penyelidikan berhasil diungkap untuk melakukan penangkapan," kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra dalam jumpa pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Kamis (15/10/2020).

Dalam kasus ini, polisi menangkap 10 pelaku yang terdiri dari 1 pelaku utama dan 9 penadah. Mereka adalah D alias G (48), IS alias K (37), MS (54), HR (42), ER (42), J (40), FA (38), S (38), TD (34), dan NI (39).

Dari hasil penyelidikan, diketahui motor korban itu sudah 4 kali pindah tangan. Pelaku D yang membawa kabur motor korban awalnya menjual motor tersebut sebesar Rp 8,5 juta.

"Pertama dijual Rp 8,5 juta dengan keuntungan Rp 1,2 dari M ke S. Kemudian dijual lagi pada I keuntungan Rp 300 ribu, dijual ke penadah ketiga untung Rp1,5 juta, dijual ke penadah 4 kemudian dibagi-bagi ke perantara-perantara," katanya.

"Jadi total penadah 9 orang dengan 1 pelaku utama jadi seluruhnya ada 10 orang," sambungnya.

Dari para pelaku, polisi menyita kembali 1 unit motor Yamaha NMax milik korban. Adi menyebut motor tersebut masih dicicil oleh korban dan digunakan untuk keperluan dagang bubur sehari-hari.

"Untuk barang bukti 1 kendaraan motor merek Yamaha NMax keluaran tahun 2020 masih terbilang baru, kemudian berhasil kita amankan, STNK juga," kata Adi.

Kasus ini bermula ketika korban bertemu dengan tersangka D yang menawarkan bisnis katering 500 porsi bubur. Pelaku kemudian mengajak korban ke Bandara Soekarno-Hatta dengan alasan hendak memperlihatkan tempat pengorder.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, pelaku kemudian meminjam motor berikut STNK korban dengan alasan sebagai pass bandara. Setelah dua jam ditunggu, pelaku tidak kunjung datang dan nomor ponselnya tidak bisa dihubungi. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

(mea/mea)